Ku Ada Disini – Rio Febrian

friendship-graphics1

************************

saat semua asamu
hilang dan tak tersisa
usah kau berkecil hati
ku ada di sini

saat engkau sadari
tiada arti hidup ini
usah kau ragukan lagi
ku ada di sini

tak akan ada
satu pun yang bisa
memisahkan kita
sebutkan namaku di hatimu

tak perlu seribu bintang
yang bertaburan di langit sana
tuk temani malam-malammu
ku ada di sini

tak perlu seribu sahabat
dengan senyum sapa dan hangat cinta
cukup satu alasan indah
ku ada di sini

saat semua lelahmu
tak terbuangkan lagi
usah kau simpan sendiri
ku ada di sini

saat semua cintamu
pergi dan tak kembali
usah kau tangisi lagi
ku ada di sini

*************************

Menyelami Lautan ILMU

Jadi inget ketika ayah bercerita tentang ilmu kepadaku, pada saat itu aku akan melakukan kerja praktek (semester 6) di Jakarta..

Kota dimana aku belum pernah kesana dengan kendaraan umum seumur hidup. hari pertama kerja praktek, aku diantar oleh beliau dengan naik kereta. Perjalanan awal hingga akhir ayah mencontohkannya padaku dengan syarat aku ga boleh bertanya apa2, hanya boleh mengikutinya saja tanpa berbicara..

hehehe,, malam sebelum melakukan kerja praktek ke Jakarta, beliau bercerita tentang Nabi Musa dan Nabi Khidir… dan aku harus seolah-olah menjadi Nabi musa, dan ayahku Nabi Khidir nya.. lucu… ^__^

======================================================

ilmu2

 yuk, kita inget-inget lagi kisah yang beriku ini : 

Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir

Khidir (Al-Khidir) adalah seorang nabi yang dituturkan oleh Allah dalam Al-Qur’an dalam Surah Al-Kahfi ayat 65-82. Selain kisah tentang nabi Khidir yang mengajarkan tentang ilmu dan kebijaksanaan kepada Nabi Musa a.s. asal usul dan kisah lainnya tentang Nabi Khidir tidak banyak disebutkan.

 Teguran Allah kepada Nabi Musa.

            Kisah nabi Musa dan Khidir dituturkan oleh Al-Qur’an dalam Surah Al-Kahf ayat 65-82. Menurut Ibnu Abbas, Ubay bin Ka’ab menceritakan bahawa beliau mendengar nabi Muhammad bersabda: “Sesungguhnya pada suatu hari, Nabi Musa berdiri di khalayak Bani Israil lalu beliau ditanya, “Siapakah orang yang paling berilmu?” jawab Nabi Musa, “Aku” Lalu Allah menegur Nabi Musa dengan firman-Nya, “Sesungguhnya di sisi-Ku ada seorang hamba yang berada di pertemuan dua lautan dan dia lebih berilmu daripada kamu.”         

            Lantas Nabi Musa pun bertanya, “Wahai Tuhanku, dimanakah aku dapat menemuinya?” Allah pun berfirman, “Bawalah bersama-sama kamu seekor ikan di dalam sangkar dan sekiranya ikan tersebut hilang, di situlah kamu akan bertemu dengan hamba-Ku itu.” Sesungguhnya teguran Allah itu mencetuskan keinginan yang kuat dalam diri Nabi Musa untuk menemui hamba yang shalih itu. Di samping itu, Nabi Musa juga ingin sekali mempelajari ilmu dari Hamba Allah tersebut.

             Nabi Musa kemudiannya menunaikan perintah Allah itu dengan membawa ikan di dalam wadah dan berangkat bersama-sama pembantunya yang juga merupakan murid dan pembantunya, Yusya bin Nun.   

            Mereka berdua akhirnya sampai di sebuah batu dan memutuskan untuk beristirahat sejenak karena telah menempuh perjalanan cukup jauh. Ikan yang mereka bawa di dalam wadah itu tiba-tiba meronta-ronta dan selanjutnya terjatuh ke dalam air. Allah SWT membuatkan aliran air untuk memudahkan ikan sampai ke laut. Yusya` tertegun memperhatikan kebesaran Allah menghidupkan semula ikan yang telah mati itu.  

            Selepas menyaksikan peristiwa yang sungguh menakjubkan dan luar biasa itu, Yusya’ tertidur dan ketika terjaga, beliau lupa untuk menceritakannya kepada Nabi Musa a.s. Mereka kemudiannya meneruskan lagi perjalanan siang dan malamnya dan pada keesokan paginya, Nabi Musa berkata kepada Yusya` “Bawalah ke mari makanan kita, sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini.” (Surah Al-Kahfi : 62).

            Ibn `Abbas berkata, “Nabi Musa sebenarnya tidak merasa letih sehingga baginda melewati tempat yang diperintahkan oleh Allah supaya menemui hamba-Nya yang lebih berilmu itu.” Yusya’ berkata kepada Nabi Musa, “Tahukah guru bahwa ketika kita mencari tempat berlindung di batu tadi, sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak lain yang membuat aku lupa untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu kembali masuk kedalam laut itu dengan cara yang amat aneh.” (Surah Al-Kahfi : 63)

            Nabi Musa segera teringat sesuatu, bahwa mereka sebenarnya sudah menemukan tempat pertemuan dengan hamba Allah yang sedang dicarinya tersebut. Kini, kedua-dua mereka berbalik arah untuk kembali ke tempat tersebut yaitu di batu yang menjadi tempat persinggahan mereka sebelumnya, tempat bertemunya dua buah lautan. Musa berkata, “Itulah tempat yang kita cari.” Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula. (Surah Al-Kahfi : 64)

            Terdapat banyak pendapat tentang tempat pertemuan Nabi Musa dengan Nabi Khidir a.s. Ada yang mengatakan bahawa tempat tersebut adalah pertemuan Laut Romawi dengan Parsia yaitu tempat bertemunya Laut Merah dengan Samudra Hindia. Pendapat yang lain mengatakan bahwa lautan tersebut terletak di tempat pertemuan antara Laut Roma dengan Lautan Atlantik. Di samping itu, ada juga yang mengatakan bahwa lautan tersebut terletak di sebuah tempat yang bernama Ras Muhammad yaitu antara Teluk Sues dengan Teluk Aqabah di Laut Merah.

  

 Persyaratan belajar.

            Setibanya mereka di tempat yang dituju, mereka melihat seorang hamba Allah yang berjubah putih bersih. Nabi Musa pun mengucapkan salam kepadanya. Nabi Khidir menjawab salamnya dan bertanya, “Dari mana datangnya kesejahteraan di bumi yang tidak mempunyai kesejahteraan? Siapakah kamu” Jawab Nabi Musa, “Aku adalah Musa.” Nabi Khidir bertanya lagi, “Musa dari Bani Isra’il?” Nabi Musa menjawab, “Ya. Aku datang menemui tuan supaya tuan dapat mengajarkan sebagian ilmu dan kebijaksanaan yang telah diajarkan kepada tuan.”

            Nabi Khidir menegaskan, “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup bersabar bersama-samaku.” (Surah Al-Kahfi : 67) “Wahai Musa, sesungguhnya ilmu yang kumiliki ini ialah sebahagian daripada ilmu karunia dari Allah yang diajarkan kepadaku tetapi tidak diajarkan kepadamu wahai Musa. Kamu juga memiliki ilmu yang diajarkan kepadamu yang tidak kuketahuinya.” Nabi Musa seterusnya berkata, “Insya Allah tuan akan mendapati diriku sebagai seorang yang sabar dan aku tidak akan menentang tuan dalam sesuatu urusan pun.” (Surah Al-Kahfi : 69)

            Nabi Khidir selanjutnya mengingatkan, “Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu pun sehingga aku sendiri menerangkannya kepadamu.” (Surah Al-Kahfi : 70)

 

 Perjalanan Nabi Khidir dan Nabi Musa

            Demikianlah seterusnya Nabi Musa a.s. mengikuti Nabi Khidir dan terjadilah beberapa peristiwa yang menguji diri Nabi Musa a.s. yang telah berjanji bahawa baginda tidak akan bertanya sebab sesuatu tindakan diambil oleh Nabi Khidir. Setiap tindakan Nabi Khidir a.s. itu dianggap aneh dan membuat Nabi Musa terperanjat.

            Kejadian yang pertama adalah saat Nabi Khidir menghancurkan perahu yang ditumpangi mereka bersama. Nabi Musa tidak kuasa untuk menahan hatinya untuk bertanya kepada Nabi Khidir. Nabi Khidir memperingatkan janji Nabi Musa, dan akhirnya Nabi Musa meminta maaf karena kalancangannya mengingkari janjinya untuk tidak bertanya terhadap setiap tindakan Nabi Khidir.

            Selanjutnya setelah mereka sampai di suatu daratan, Nabi Khidir membunuh seorang anak yang sedang bermain dengan kawan-kawannnya. Peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh Nabi Khidir tersebut membuat Nabi Musa tak kuasa untuk menanyakan hal tersebut kepada Nabi Khidir. Nabi Khidir kembali mengingatkan janji Nabi Musa, dan beliau diberi kesempatan terakhir untuk tidak bertanya-tanya terhadap segala sesuatu yang dilakukan oleh Nabi Khidir, jika masih bertanya lagi maka Nabi Musa harus rela untuk tidak mengikuti perjalanan bersama Nabi Khidir.

            Selanjutnya mereka melanjutkan perjalanan hingga sampai disuatu wilayah perumahan. Mereka kelelahan dan hendak meminta bantuan kepada penduduk sekitar. Namun sikap penduduk sekitar tidak bersahabat dan tidak mau menerima kehadiran mereka, hal ini membuat Nabi Musa merasa kesal terhadap penduduk itu. Setelah dikecewakan oleh penduduk, Nabi Khidir malah menyuruh Nabi Musa untuk bersama-samanya memperbaiki tembok suatu rumah yang rusak di daerah tersebut. Nabi Musa tidak kuasa kembali untuk bertanya terhadap sikap Nabi Khidir ini yang membantu memperbaiki tembok rumah setelah penduduk menzalimi mereka. Akhirnya Nabi Khidir menegaskan pada Nabi Musa bahwa beliau tidak dapat menerima Nabi Musa untuk menjadi muridnya dan Nabi Musa tidak diperkenankan untuk terus melanjutkan perjalannya bersama dengan Nabi Khidir.

            Selanjutnya Nabi Khidir menjelaskan mengapa beliau melakukan hal-hal yang membuat Nabi Musa bertanya. Kejadian pertama adalah Nabi Khidir menghancurkan perahu yang mereka tumpangi karena perahu itu dimiliki oleh seorang yang miskin dan di daerah itu tinggallah seorang raja yang suka merampas perahu miliki rakyatnya.

            Kejadian yang kedua, Nabi Khidir menjelaskan bahwa beliau membunuh seorang anak karena kedua orang tuanya adalah pasangan yang beriman dan jika anak ini menjadi dewasa dapat mendorong bapak dan ibunya menjadi orang yang sesat dan kufur. Kematian anak ini digantikan dengan anak yang shalih dan lebih mengasihi kedua bapak-ibunya hingga ke anak cucunya.

            Kejadian yang ketiga (terakhir), Nabi Khidir menjelaskan bahwa rumah yang dinding diperbaiki itu adalah milik dua orang kakak beradik yatim yang tinggal di kota tersebut. Didalam rumah tersebut tersimpan harta benda yang ditujukan untuk mereka berdua. Ayah kedua kakak beradik ini telah meninggal dunia dan merupakan seorang yang shalih. Jika tembok rumah tersebut runtuh, maka bisa dipastikan bahwa harta yang tersimpan tersebut akan ditemukan oleh orang-orang di kota itu yang sebagian besar masih menyembah berhala, sedangkan kedua kakak beradik tersebut masih cukup kecil untuk dapat mengelola peninggalan harta ayahnya. Dipercaya tempat tersebut berada di negeri Antakya, Turki.

            Akhirnya Nabi Musa as. sadar hikmah dari setiap perbuatan yang telah dikerjakan Nabi Khidir. Akhirya mengerti pula Nabi Musa dan merasa amat bersyukur karena telah dipertemukan oleh Allah dengan seorang hamba Allah yang shalih yang dapat mengajarkan kepadanya ilmu yang tidak dapat dituntut atau dipelajari yaitu ilmu ladunni. Ilmu ini diberikan oleh Allah SWT kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Nabi Khidir yang bertindak sebagai seorang guru banyak memberikan nasihat dan menyampaikan ilmu seperti yang diminta oleh Nabi Musa as. dan Nabi Musa menerima nasihat tersebut dengan penuh rasa gembira.

            Saat mereka didalam perahu yang ditumpangi, datanglah seekor burung lalu hinggap di ujung perahu itu. Burung itu meneguk air dengan paruhnya, lalu Nabi Khidir berkata, “Ilmuku dan ilmumu tidak berbanding dengan ilmu Allah, Ilmu Allah tidak akan pernah berkurang seperti air laut ini karena diteguk sedikit airnya oleh burung ini.”

 Sebelum berpisah, Nabi Khidir berpesan kepada Nabi Musa as.

            “Jadilah kamu seorang yang tersenyum dan bukannya orang yang tertawa.
Teruskanlah berdakwah dan janganlah berjalan tanpa tujuan. Janganlah pula apabila kamu melakukan kekhilafan, berputus asa dengan kekhilafan yang telah dilakukan itu.
Menangislah disebabkan kekhilafan yang kamu lakukan, wahai Ibn `Imran.”

  

 Hikmah kisah Nabi Khidir

            Dari kisah Nabi Khidir ini kita dapat mengambil pelajaran penting. Yang pertama adalah Ilmu merupakan karunia Allah SWT, tidak ada seorang manusia pun yang boleh mengklaim bahwa dirinya lebih berilmu dibanding yang lainnya. Hal ini dikarenakan ada ilmu yang merupakan anugrah dari Allah SWT yang diberikan kepada seseorang tanpa harus mempelajarinya (Ilmu Ladunni, yaitu ilmu yang dikhususkan bagi hamba-hamba Allah yang shalih dan terpilih)

            Hikmah yang kedua adalah kita perlu bersabar dan tidak terburu-buru untuk mendapatkan kebijaksanaan dari setiap peristiwa yang dialami. Hikmah ketiga adalah setiap murid harus memelihara adab dengan gurunya. Setiap murid harus bersedia mendengar penjelasan seorang guru dari awal hingga akhir sebelum nantinya dapat bertindak diluar perintah dari guru. Kisah Nabi Khidir ini juga menunjukan bahwa Islam memberikan kedudukan yang sangat istimewa kepada guru.

Subhanallah…

S-A-T-U

dsdewd

Satu… 1 ….. Satu

Ntah kenapa angka 1 ini menjadi identitasku..hehe.. kalau di analisis lebih jauh :

- Punya kakak cuma satu

- Punya adik cuma satu

- Anak perempuan satu-satu nya

- Alumni SMA 1 Bogor

- Salah satu Moto hidup : Totalitas ! Alias bisa disebut dengan 100 !! ga ada cacat, ga setengah-setengah.. :9

- Kepribadian : Melankolis, salah satu ciri nya ===> perfeksionis = Totalitas => lagi-lagi 100 .

- Dominan Otak : Otak kiri ===> yang berdasarkan analisis dna buku yang udah dibaca, kalo otak kiri itu ga bisa melakukan 2 hal sekaligus. Harus satu. Hmm.. sebenarnya bukan gabisa, tapi kalo melakukan 2 hal sekaligus ga bakalan bisa 100 persen. Jadi, kalo ada proyek besar, kerjain nya harus satu-satu, ga bisa dua hal sekaligus.

- Hanya ingin menjadi isteri satu-satu nya.. hhhooho.. yang ini harus, ga boleh ngga ! =D

- dan yang pasti, punya ayah ibu juga masing-masing satu ! ^^

========================================================

Untuk mu Ikhwan !

ferfg

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar…….
Tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya……….

Ikhwan sejati bukanlah dillihat dari suaranya yang lantang………
Tetapi dari kelembutannya mengatakan sebuah kebenaran……..

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari sahabat disekitarnya……..
Tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa……

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati di tempat kerja………
Tetapi bagaimana dia dihormati di rumah………

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan………….
Tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan.

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang Bidang……………
Tetapi dari hati yang ada dibalik itu

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja…………….
Tetapi dari komitmen terhadap akhwat yang dicintainya……..

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan……………
Tetapi dari tabahnya dia menjalani terjalnya jurang …………
Kehidupan yang penuh onak dan duri…….

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya ia membaca Al-Qur’an………….
Tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca……….

“Jadi siapakah yang memenuhi criteria seperti itu, ibu?”
Sang ibu memberinya buku dan berkata
“pelajarilah tentang dia”
Sang anak pun mengambil buku itu
“MUHAMMAD”, judul yang tertulis…….

===============================================

Nahh, siapa yang ngaku ngaku ikhwan sejati ??

hmm…sedihh juga ngedengerin curhatan seorang akhwat mengenai masalah ikhwan (ga cuma 1 akhwat aja, banyak !!!). cukup banyak dari mereka yang tersakiti. Ga tega melihat mereka nangis, dalem banget kayaknya..

mari kita liat statement yang ini :

“Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja.
Tetapi dari komitmen terhadap akhwat yang dicintainya !”

dan kamu yang ngaku ikhwan sejati, tolonglah.. jika memang ada ketertarikan ama salah satu akhwat, fokus dan komit aja ama dia.. jangan sambil cari-cari yang lain. jangan memberikan perhatian dan harapan kosong kepada banyak akhwat. ini udah menyangkut masalah HATI.. tau kan, virus VMJ itu amat berbahaya. Sampe ada yang bunuh diri gara2 virus yang satu ini .  jangan jadikan para akhwat sebagai kacang goreng ! “dipilih..dipilih..” (kalo yang itu ga dapet, masih ada yang satu lagi) .. ckckckc..  PARAH !!

tuk ikhwan, jangan ngetag akhwat akhwat.. sampai sampai dikoleksi (amit amit ! ga lah ya..)

sekali lagi..  jika kamu ikhwan sejati…

Komitmen lah!

pada..

SATU pilihan mu…..!

ekspresi in diri lo…

02-gita_gutawa2

Gita Gutawa, penyanyi cilik yang suara nya bagus banget..

enak ya bisa nyanyi. bisa melampiaskan perasaan ke lagu, dan lagu yang dibut dari hati itu lebih mengena. Plong !

ingin kembali ke rutinitas melukis lagi.. walaupun cuma di atas kertas HVS pake pensil.. ingin ngelukis lagi..

ingin..!!

yoo.. ekspresiin diri lo…!!

Sarasdewi – Lembayung Bali

bali-bali-island-indonesia 

lembayung di langit Bali
dan kusadari
betapa berharga kenanganmu
Di kala jiwaku tak terbatas
bebas berandai memulang waktu

Hingga masih bisa kuraih dirimu
sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
Bilakah diriku berucap maaf
masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
oh cinta

Teman yang terhanyut arus waktu
mekar mendewasa
masih kusimpan senda tawa kita
kembalilah sahabat lawasku
semarakkan keheningan lubuk

Hingga masih bisa kurangkul kalian
sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
tegar melawan tempaan semangatmu itu
oh jingga

Hingga masih bisa kujangkau cahaya
senyum yang menyalakan hasrat diriku
Bilakah kuhentikan pasir waktu
tak terbangun dari khayal keajaiban ini
oh mimpi

Andai ada satu cara
tuk kembali menatap agung surya-Mu
lembayung Bali

Hanya untuk menghilangkan kepenatan ^__^

…::::::   MENGHAPUS JEJAKMU – PETERPAN   :::::…

 footsteps

terus melangkah melupakanmu
lelah hati perhatikan sikapmu
jalan pikiranmu buatku ragu
tak mungkin ini tetap bertahan

perlahan mimpi terasa mengganggu
kucoba untuk terus menjauh
perlahan hatiku terbelenggu
kucoba untuk lanjutkan hidup

engkau bukanlah segalaku
bukan tempat tuk hentikan langkahku
usai sudah semua berlalu
biar hujan menghapus jejakmu

terus melangkah melupakanmu
lelah hati perhatikan sikapmu
jalan pikiranmu buatku ragu
tak mungkin ini tetap bertahan

perlahan mimpi terasa mengganggu
kucoba untuk terus menjauh
perlahan hatiku terbelenggu
kucoba untuk lanjutkan hidup

lepaskanlah segalanya
lepaskanlah segalanya

—————————————————————————————————

‘engkau’, ‘mu’ dapat berupa manusia, hal ataupun benda mati… :D

jangan pusing2, benda mati banyak : meja, kursi, ataupun laporan KP *AAgggghhh..! laporan KaPee.. X’(

Berdiri lebih tinggi..

pagii

Ingin berada di atas atap lantai paling atas sebuah gedung tinggi 30 lantai..

“mau bunuh diri ya wid?”

“takut ada tsunami ya wid??”

“kalo ada gempa ga bakal ke timpa gedung kan, yang ada juga lo yang nimpa orang..hhahahha..”

“atau, kalo ada yang manggil lo dari bawah gax kan kedengeran, tidur pulas deh lo..”

Weiss… semua jawaban emang masuk akal ! tapi bukan itu,,

Berhubung hobi ku itu adalah merenung alias tafakur alias merenung (hehehe..), tempat paling tinggi adalah tempat terbaikk.. Ga akan ada suara mobil dan motor 2 tak yang memekikkan telinga, ga kan ada suara2 peluit dan sirine polisi yang sedang patroli, ga akan ada polusi timbal, CO2, CO dari kendaraan bermotor yang dapat meracuni tubuh, dan, ga akan ada penagih utang pulsa (wehhehehe..)

yang ada hanya suara angin yang bertiup, suara awan yang seakan berjalan, suara pesawat (hmm.. ya, sekali2 lah), dan suara kicauan burung (burung apa yang ada di ketinggoan lantai 30??)

intinya mah, suasana nya tenang banget, khusyuk menatap langit Nya, khusyuk mendengarkan sayup2 udara Nya, khusyuk menghirup O2 nya, Khusyuk..!  dari atap ini, Melihat ke atas hanya membuat kita mengakui kebesaranNya, Langit langit beserta seluruh binaanya, bumi dan seluruh hamparannya,  Melihat ke bawah hanya akan mengingatkan kita bahwa manusia itu kecil.. se titik ! bahkan lebih kecil dari itu..

ya Rabb, semoga hamba termasuk golongan orang yang bersyukur..

Asy Syams (Matahari) 1 – 15:
Image
1. Wasy syamsi wa dhuhaahaa.
1. Demi matahari dan cahayanya,
2. Wal qamari idzaa talaahaa.
2. dan bulan apabila mengiringinya,
3. Wan nahaari idzaa jallaahaa.
3. dan siang apabila menampakkannya.
4. Wal laili idzaa yaghsyaahaa.
4. Dan malam apabila menutupinya.
5. Was samaa-i wa maa banaahaa.
5. Dan langit serta yang membangunnya.
6. Wal ardhi wa maa thahaahaa.
6. Dan bumi serta yang membentangkannya.
7. Wa nafsiw wa maa sawwaahaa.
7. Dan diri serta yang menyempurnakannya.
8. Fa alhamahaa fujuurahaa wa taqwaahaa.
8. Maka Dia mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan)
kejahatannya dan ketaqwaannya.
9. Qad aflaha man zakkaahaa.
9. Sungguh beruntung orang-orang yang mensucikan
dirinya.
10.Wa qad khaaba man dassaahaa.
10.Dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.
11.Kadzdzabat tsamuudu bi thaghwaahaa.
11.Tsamud mendustakan (rasul) karena kedurhakaannya.
12.Idzim ba’atsa asyqaahaa.
12.Tatkala bangkit orang yang paling celaka di
antaranya.
13.Fa qaala lahum rasuulullaahi naaqatallaahi wa suqyaahaa.
13.Lalu utusan Allah (Saleh) berkata pada mereka,
(Jagalah) unta Allah dan minumannya.
14.Fa kadzdzabuuhu fa ‘aqaruuha fa damdama ‘alaihim rabbuhum bi dzambihim fa sawwaahaa.
14.Lalu mereka mendustakannya dan mereka menyembelih
unta itu. Maka Dia membinasakan mereka disebabkan
dosa mereka lalu Dia meratakannya.
15.Wa laa yakhaafu ‘uqbaahaa.
15.Dan Dia tidak takut terhadap akibatnya.

Mahasuci Allah dengan segala FirmanNya..

Allah menyuruh kita…. Kaya !

seneng?? iya !

Bahagia ?? iya !

terharu n sedih ?? iya !

hmm…kayak gitu ga ya perasaan temen2 yang udah di wisuda, Lega, n kayaknya segudang impian2 akan di wujudkan.

iya dong, kalau saya lulus juga mungkin akan merasakan hal yang sama.. Lulusan Institut Terbaik Bangsa. WOW !! K E R E N !!!!! >_<

cita2 ku adalah ingin menjadi orang yang KAYA !! Harus jadi orang KAYA !! karena inget pesan ayah.

“kamu harus jadi lebih dari ayah ya, sayang..”

“sipp, InsyaAllah pah..! :)

karena : beramal itu butuh uang ! bersedekah itu butuh uang ! dan yang pasti, berdakwah itu butuh uang !

Sebuah pernyataan, (Ngutip dari blog orang, heheheeh.. :D ) :

“Sebenarnya kaya bukanlah suatu keburukan bagi orang-orang yang mengamalkan untuk kebaikan hidup di dunia dan akhirat. Begitu banyak dalil al-Quran yang mensyariatkan kaum Muslimin mencari kekayaan, Ibnu Taimiyah dalam Kitab Majmuu’ul Fataawa aja bilang kalau “ mencari kekayaan hukumnya wajib ,yaitu berlaku perkara-perkara yang harus dilakukan untuk menunaikan kewajiban-kewajiban””Dalam hadis lain disebutkan, “Dinar yang engkau infakkan di jalan Allah, dinar yang engkau infakkan untuk (mememerdekakan) hamba sahaya, dinar yang engkau infakkan kepada orang miskin, dan dinar yang engkau infakkan untuk keluarga, yang paling utama di antara semua itu adalah dinar yang engkau infakkan kepada keluargamu.” (H.R. Imam Muslim)

Dalil al-Quran :

1. Halalnya perdagangan dan jual beli
Allah swt berfirman :
“…padahal Allah telah menghalalkan jual beli.”
Allah Swt berfirman :
“ (tulislah muamalahmu itu ), kecuali jika muamalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu maka tak ada dosa bagi kamu,(jika) kamu tidak menulisnya.” (al-baqarah [2]: 282

Ayat-ayat ini mengungkapkan halalnya jual-beli,praktik bisnis merupakan satu jalan menjemput kekayaan sehinnga mencarari kekayaan disyariatkan.

2. Pentingnya niaga dan bisnis
Allah berfirman:
”Dialah yang menjadikan Bumi itu mudah bagi kamu maka berjalanlah disegala penjurunya dan makanlah sebagian rezeki-Nya.dan hanya kepada-Nya-lah kamu(kembali setelah) dibangkitkan.” (QS al-mulk [67]: 15)

Ayat diatas memperlihatkan perintah Allah Swt berkeliling di seluruh negeri dan menikmati Anugerah rezeki yang di sediakan oleh-Nya. Tanpa sebuah ikhtiar seperti berniaga, perintah ini mustahil untuk dijalankan”

dan yang ini :

Persoalannya adalah, tidak mungkin kita dapat berinfak dengan harata jika kita tidak memilikinya. Lebih-lebih jika kita mencermati ayat-ayat Al Quran yang memerintahkan kita terlibat dalam jihad. Selalu saja disandingkan antara kewajiban berjihad dengan jiwa dengan kewajiban berjihad dengan harta. Bahkan dari semua ayat yang memerintahkan kita berjihad dengan harta dan jiwa, berjihad dengan harta selalu didahulukan, kecuali pada satu ayat saja yakni ayat 111 Surah At-Taubah, yang maknanya,

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin jiwa dan harta mereka dengan (mendapatkan) surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh.”

Selebihnya, hartalah yang disebut terdahulu. Perhatikan ayat-ayat berikut,
“Wahai orang-orang yang beriman, inginkah kalian aku tunjukkan pada suatu perniagaan yang menyelamatkan kalian dari azab yang pedih? Kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kalian berjihad di jalan Allah denganh harta dan jiwa kalian.” (Q.S. Ash-Shaf 61: 10-11)

Ini diperkuat dengan adanya kewajiban zakat. Dalam urusan yang satu ini memang ada kesalahan persepsi pada sebagian kaum muslimin. Kewajiban zakat sering dipahami begini: “Kalau punya harta, zakatlah. Kalau tidak punya, tidak usah mengeluarkan zakat”. Secara fiqih, pemahaman itu sangat benar. Tapi semangatnya bukanlah semangat kepasrahan pada keadaan. Semangat perintah zakat harusnya dipahami: “Carilah uang, kumpulkanlah harta agar dapat melaksanakan perintah Allah yang bernama zakat”. Seharusnya kita membawa semangat shalat untuk diterapkan pada zakat. Kita selalu berpikir, kita harus bisa melaksanakan shalat dengan segala perjuangan yang menjadi konsekuensinya. Dari mulai mencari penutup aurat, mencari tempat shalat, menentukan arah kiblat, menyucikan diri, dan seterusnya.”

ya, memang lulusan ITB itu mudah cari kerjanya, (ini suatu anugerah yang patut dan WAJIB di syukuri),, di percaya oleh perusahan2 dan sudah sangat di kenal orang lain lulusannya pinter2, disegani orang.. (eits, ini bukan sombong loh, saya cuma mengungkapkan rasa syukur karena bisa kuliah di sini. Kampus cita2 saya ketika saya SD kelas 1 hingga SMA. Alhamdulillah Allah mengabulkannya).

karena kalau dipikir2, sayang juga udah kuliah di ITB dengan biaya kuliah yang mahal dan menguras otak tapi ntar2nya ga kerja, cuma jadi seorang isteri aja.. yaa minimal balik modal dulu lah, InsyaAllah.

Bismillah.. ya Allah, semoga semua cita2 ku dapat kau kabulkan. Amiin.. ^___^

..:: Sahabat Sejati (Part II)::..

1389153kshcee1p7m

Saat aku terjatuh engkau senantiasa berusaha membuatku bangkit
Saat aku tersenyum, engkau pun tersenyum dengan indah
Saat aku bersedih, engkau senantiasa menghiburku
Dan saat aku melakukan kesalahan, engkau senantiasa menegurku…
Tidak mengenal waktu, tempat, kapan dan dimana
Engkau selalu siap siaga membantuku
Engkau selalu membantuku disaat aku kesulitan
Engkau selalu ada saat aku membutuhkanmu

Ukhtifillah..
Kutahu diriku dan dirimu tidak lahir dari rahim ibu yang sama
Namun, persaudaraan yang kita jalin, sungguh melebihi dari persaudaraan kandung…
Engkau menjalin persaudaraan denganku bukan karena melihat pintar atau bodohnya aku
Bukan karena melhat cantik dan jeleknya diriku
bukan karena melihat kaya atau miskinnya keluargaku..
Tapi, engkau dan diriku bersaudara hanya karena satu alasan….
Yaa… Fillah..karena Alloh…

Ukhtifillah…
Kuingat diriku yang penuh kekurangan ini..
Saat aku berdiri dihadapanmu dengan segudang masalah yang kuhadapi..
Kutampakkan wajah kusamku di hadapanmu..
Tapi, dirimu begitu sabar menghadapiku…
Wajah masamku tak membuatmu berhenti untuk tersenyum padaku dan mengatakan
“ukhti, senyum dulu dong…”
Walaupun bibir ini teramat sulit untuk tersenyum di saat itu
Tapi hati ini begitu bahagia..bahagia karena engkau senantiasa menghiburku..

Ukhtifillah…
Jika boleh diri ini meminta…
Aku mohon kepadamu..
Jangan pernah menjauh dariku
Tetaplah bersamaku dalam menghadapi ujian di jalan dakwah
Jangan pernah berhenti menasehatiku jika berbuat kesalahan
Dan maafkan diriku jika pernah membuatmu terluka…

Ukhtifillah…
Ku ingin berada di mimbar cahaya kelak bersamamu…
Ku ingin meraih syurga dengan dirimu…
Karena sungguh..ku mencintaimu karena alloh….

Sumber : http://akuseorangmuslimah.blogspot.com/2009/05/ukhtiuhibbukifillah.html