ALLAH maha pemberi keAMANan

Bismillaahirrahmaanirrahim.

=====================

 

beberapa hari yang lalu saya mendengarkan ceramah yang sangat bagus sekali di TV One kalau ga salah, judulnya Asmaul Husna,. 1 sifat ALLAH yang dibahas disini adalah tentang Al-Mukmin. Al-Mukmin berarti aman.

artinya apa?

artinya adalah ALLAH mahapemberi keamanan. bukan harta, dan juga bukan Asuransi.

dalam hidup bersaudara, dikatakan ciri2 orang mukmin itu yaitu,

Dalam hadis, “Seorang mukmin itu adalah orang yang manusia merasa aman dengannya atas harta dan jiwa mereka” (HR Ahmad)

maka bergaulah dengan orang-orang mukmin, maka kau akan merasa aman dengannya, aib2 mu terjaga, tidak akan membicarakanmu di belakang (krn dia tau membicarakan saudaranya seperti memakan bangkai busuk).

kadang kita (terutama yang baru lulus kuliah dan mencari kerja) terlalu khawatir dengan kesehatan, sehingga harus mencari kantor yang menjamin kesehatan bagi para pekerja nya, atau untuk yang pebisnis menggunakan asuransi. yang saya tau dari asuransi adalah kita membayar sejumlah uang tiap bulan nya, nanti ketika kita sakit maka perusahaan asuransi itu yang akan membiayainya, tapi kalau tidak sakit, yaa.. uangnya di ambil si perusahaan.

terdapat beberapa pendapat ulama yang mengharamkan asuransi karena merupakan tindak pemerasan dan penipuan,. (silahkan cari2 d google) ada juga yang memperbolehkan karena sudah saling sepakat antara perusahaan dan si pengaju asuransi.

sekarang terserah pada diri kita sendiri mau ikut yang mana sesuai kayakinan..

———————————–

sang ustad bercerita,. ketika itu beliau sedang berada di jalan tol , mobil yang beliau kendarai tiba2 menabrak mobil di depannya yang secara tiba2 mengerem mendadak,. wal hasil mobil depan sang ustad penyok,. namun alhamdulillah beliau sehat2 saja..

kemudian beberapa hari kemudian beliau sholat di sebuah masjid tempat beliau akan berceramah, setelah sholat tiba2 orang di sebelah beliau membuka pembicaraan,. dia bekerja di perusahaan asuransi, dia mengasuransikan mobilnya. ternyata dia juga mengalami kecelakaan mobil yang mengakibatkan mobilnya rusak total, beruntung dia selamat,.kemudian dia melanjutkan ceritanya bahwa ketika mobilnya akan diperbaiki ternyata ditolak oleh pihak asuransi karena pihak asuransi lupa mendaftarkan mobil c bapak itu untuk di asuransikan..

———————————-

—————-

beruntung sang ustad karena kerusakan pada mobilnya tidak separah apa yang dialami oleh bapak2 tadi.

ALLAHlah yang memberikan keamanan, Dia memberikan keamanan kepada siapa saja yang dia kehendaki.

Ajal manusia, ALLAH lah yang menentukan, sakit, musibah, semuanya ALLAH yang berkehendak,. kalau sudah seperti itu kenapa kita harus takut? Kita harus yakin dengan yang ghaib di depan sana,. kita harus yakin ALLAH lah yang memberikan keamanan, kita harus yakin bahwa sedekah, silaturahim, tidak mengambil hak orang lain, sholat tahajud dan sholat dhuha dapat memperpanjang umur, menyembuhkan penyakit, memperbanyak rezeki, dan sesungguhnya musibah tidak akan pernah mendahului sedekah.

mau aman? mau di lindungi oleh ALLAH? ayok kita ikuti cara2 yang ALLAH berikan,. dengan memperbanyak sedekah, sholat dhuha, dan silaturahim.. kalau bisa sebelum berangkat keluar dr rmh, kita bersedekah dahulu, boleh ke tukang gorengan sebrang rumah , atau pengemis, dll..

ALLAH akan melindungi kita,. Dia Mahapelindung. tidak perlu khawatir atau takut,. khawatir dan ketakutan adalah jalan2 syeitan. syeitan selalu membisikkan hal2 yang membuat manusia sedih, was was, takut, khawatir,.

——————————————————-
Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. [QS. Al-Baqarah: 268]

Setan sering membisikkan ke dalam hati orang-orang yang ingin bersedekah dengan berkata, “Janganlah kau sedekahkan hartamu, nanti kau akan menjadi miskin!” Tetapi Allah menguatkan kita dan berfirman, “Sedekahkanlah, maka Aku mengampunimu dan memberimu karunia yang luas.”

Begitulah sikap orang-orang beriman. Mereka selalu melihat segala hal dari sisi positif. Mereka menjadikan bantahan terhadap mereka sebagai penguat pendirian mereka. Semakin mereka dibantah, semakin kuat pendirian mereka.

(Yaitu) orang-orang (yang menta`ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Al-Wakil.” [QS. Ali Imran: 173]

sumber = http://rizalpulungan.blogspot.com/2009/07/laa-takhof-wa-laa-tahzan-jangan-sedih.html

—————————————————-

Salah satu cara untuk menghindari asuransi adalah dengan menabung sendiri , membuka rekening dan khususkanlah rekening itu utk membayar RS. kalau2 kita sakit, uang aman dan ga ditilep orang..

Kalau kita bekerja di perusahaan dan difasilitasi dengan kesehatan ya syukur Alhamdulillah,. namun tetap kan lah hati ini untuk meyakini bahwa yang memberi keamanan adalah ALLAH SWT, fasilitas2 yang diberikan adalah bonus untuk kita, dan mungkin itu adalah rezeki buat kita dari ALLAH melalui perusahaan tempat kita bekerja.

==========================================

saya pernah berfikir terhadap dua kondisi,. kondisi yang pertama adalah kondisi orang yang menggunakan asuransi kesehatan, dan kondisi orang kedua adalah dia yang sama sekali tidak menggunakan asuransi.

orang yang pertama ini tiap kali sakit selalu ke RS. dengan biaya yg besar, tapi karena dia pnya asuransi jd tidak masalah sebesar apapun biaya nya, tapi orang itu selalu saja sakit, sembuh dikit, sakit lagi..

berbeda dengan kondisi org kedua, dia mempunyai banyak anak, dan sehat2 semua, toh kalaupun sakit , sakitnya tidak sampai harus ke RS..

dan ternyata setelah dilihat2, orang pertama ini selalu menggunakan hartanya utk dirinya dan keluarganya sendiri, sulit utk berbagi, pelit gitu bahasannya..

tetapi org kedua ini rajin sedekah, membantu org yang mengalami kesusahan, menyambung silaturahim.

saya dpt cerita dr tetangga yang dia bekerja di perusahaan obat,. dia mengatakan bahwa seseorang yang senang/rajin terjun kepada kegiatan sosial, maka imunitas orang itu besar,. Subnahallah.. mugkin ini maksudnya knp qta hrs rajin2 silaturahim. dan orang kedua lah yang menerapkan hukum ALLAH ini. maka, nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kau dustaka….?

kita harus bisa mengimani yang ghaib, pelan2 saja, di asah sedikit2 lama2 juga terbiasa,..

semangat!! smoga kita termasuk orang yang YAKIN dengan pertolongan dan perlindungan ALLAH SWT. =) aamiin.

===================================

Wallahualam bissawab.

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

=============================================

“Kitab Al-Quran ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada (Al-Quran) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat. Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”

[QS. Al-Baqarah 2-5)]

————————————————————————

J.I.K.A

=============================

Jika derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa

 

Sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nanti

Jika kesedihan aakan menjadi masa lalu pada akhirnya

Maka mengapa tidak dinikmati saja

Sedang ratap tangis tidak akan mengubah apa-apa

 

Jika luka dan kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya

Maka mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa

Sedang kesabaran dan ketabahan adalah lebih utama

 

Jika kebencian dan kemarahan akan menjadi masalalu pada akhirnya

Maka mengapa mesti harus diumbar sepuas jiwa

Sedang menahan diri dalah lebih berpahala

 

Jika kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya

Maka mengapa mesti tenggelam didalamnya

Sedang taubat itu lebih utama

 

Jika harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya

Maka mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri

Sedang kedermawanan justru akan melipat gandakannya

 

Jika kepandaian akan menjadi masa lalu pada ahirnya

Maka mengapa mesti membusung dada dan membuat kerusakan di dunia

Sedang dengannya manusia diminta memimpin dunia agar sejahtera

 

Jika cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya

Maka mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama

Sedang memberi akan lebih banyak menuai arti

 

Jika bahagia akan menjadi masa lalu pada akhirnya

Maka mesti dirasakan sendiri

Sedang berbagi akan membuatnya lebih bermakna

 

Jika hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya

Maka mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka

Sedang begitu banyak kebaikan bisa di cipta…….

———–

sumber = http://rekamkehidupan.wordpress.com/2011/05/31/jika-_/

 

————————–

 “Ya ALLAH sesungguhnya aku memohon kepadaMU agar selalu mencintaiMU, mencintai orang-orang yang mencintaiMU, dan amal perbuatan yang dapat menghantarkan untuk mencintaiMU (HR Tirmidzi)

———————————————————————-

“Dan tidaklah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka“

[QS. Al-An am 32]

————————————————

Keikhlasan layaknya akar yang kokoh (kisah marbot masjid)

“… Dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya…”

(Q.S. al-A’raf: 29).

—————————————————————


Sebuah perbuatan akan bercahaya bila berbahan bakar keikhlasan.

SEORANG kawan senang betul salat sunnah kalau ia berada di kota lain. Memang, Rasulullah mengatakan bahwa jika kita bepergian jauh, begitu sampai di tempat tujuan segera menegakkan shalat sunnah dua rakaat. Itu merupakan tanda syukur kita sudah sampai dengan selamat. Suatu hari dia pergi ke satu tempat. Sebagaimana biasa, ia mencari masjid atau mushala. Layaknya orang yang mau shalat, kawan ini mencari toilet dan tempat wudhu. Tapi, langkah dia tiba-tiba terhenti saat melihat seseorang yang sepertinya dikenali.

Sebut saja bernama Fulan, kawan SMP yang sangat pintar. Untuk sementara dia tertegun. “Tidak salahkah penglihatanku?” tanyanya pada diri sendiri. Fulan yang tengah membersihkan toilet dan tempat wudhu itu diamati beberapa saat. Pria itu berbaju khas merbot masjid; kaosan, celana buntung, dengan peci haji yang didongakkan ke belakang kepala. Fulan tengah mengepel.

“Assalamualaikum…,” sapa dia dengan hati-hati, khawatir salah mengenali seseorang. Ternyata penglihatannya tidak salah. Yang di depan mata benar-benar Fulan, kawan dia. Fulan juga mengenali diri dia, dan menanyakan urusan datang ke kota ini. Masih di koridor tempat wudhu masjid tersebut,

kawan ini melanjutkan pertanyaan, “Kenapa Fulan hanya jadi merbot masjid? Dan, kenapa mau?”

Yang ditanya tersenyum. “Memangnya ada yang salah dengan kerjaan ini? Kan, bagus. Dengan saya menjadi merbot, masjid ini jadi bersih. Kalau bersih, kan yang shalat jadi senang. Betah. Akhirnya saya pun dapat pahalanya,” ujar Fulan.

“Tapi, penghasilannya kan tidak sepadan. Lagian Fulan kan dulu pintar. Cerdas. Sangat cerdas malah. Selalu ranking. Kok, kayaknya gimana, gitu….?”

Fulan kembali tersenyum, dengan tangan kiri tetap mengelap sisi pinggir tempat wudhu.

“Gimana kalau Fulan ikutan sama saya?”

“Maksudnya?”

“Ya, kerja sama saya. Fulan bisa saya gaji lebih besar dari penghasilan sebagai merbot ini. Ngomong-ngomong jadi merbot digaji nggak?”

“Nggak.”

“Wuah, apalagi nggak. Sudah kerja sama saya saja. Pendidikan terakhir?”

“Sarjana elektro,” katanya.

“Waduh, tambah nggak pantaslah. Masak sarjana elektro jadi merbot. Yang beginian mah, maaf, nggak perlu tamatan elektro. Cukup tamat SD saja. Maaf ya, Mas. Cuma rasanya, gimana gitu saya melihatnya….”

“Ya, sudah,” jawab Fulan, “Salat saja dulu. Nanti kita ngobrol lagi. Sambil ngopi, biar saya buatkan sekalian.”

Kawan ini pun mengambil air wudhu, sambil tetap mikirin Fulan. Kala dia mau mengambil posisi shalat, seorang anak muda yang tampaknya juga merbot masjid bertanya :

“Pak Haji, Bapak kenal Pak Haji Fulan, ya?”

“Iya. Dia kawan saya waktu di SMP, dulu….”

“Pak Haji, Pak Haji Fulan itu yang bangun ini masjid. Dia orang kaya di sini….” kata anak muda tersebut dengan datar.

“Orangnya baik, Pak. Rendah hati. Sederhana. Padahal amalnya buanyak….”

Tidak berhenti di sini, si anak muda itu pun bercerita bahwa Haji Fulan adalah pengusaha alat-alat listrik dan toko bangunan yang maju. Dia pengusaha daerah yang sangat cinta masjid. Dia mengaku dapat semua keberkahan ini karena sangat menjaga shalat berjamaah dan mencintai masjid. Makanya, kala sukses, dia membangun masjid kecil ini. Begitulah cita-cita dia.

Bahkan dia berangan-angan untuk berkhidmat pada hamba-hamba Allah yang shalat di masjidnya. Pelanggan-pelanggannya pun tahu kalau mau mencari Haji Fulan, temui saja di masjid dia. Masya Allah. Hati kawan ini tiba-tiba saja merasa malu.

Ia telah merendahkan “jabatan” merbot masjid. Apalagi, ternyata Fulan inilah yang berada di balik pembangunan masjid tersebut.

Dia berpikir, andai “merbot” tersebut adalah diri dia, dan orang menyangkanya sebagai pembersih masjid, pasti bakal diluruskan, “Maaf, saya lho yang membangun masjid ini. Saya mah kebetulan saja senang membersihkan masjid.”

Masya Allah, Fulan adalah sosok lain. Dia justru menyembunyikan amalnya. Ikhlas nian. Kawan ini beristigfar. Tanpa perlu gembar-gembor, Allah sudah membanggakan hamba-hamba-Nya yang ikhlas. Allah yang bangga terhadapnya, dan membuat anak muda tadi berbicara tentang siapa sebenarnya Fulan. Keikhlasannya membuat Fulan bercahaya. Bahkan makin bercahaya.

======================

“keikhlasan bagai AKAR yang gigih menembus tanah yang keras, mencari air dan menopang batang pohon diatasnya. Ketika pohon tumbuh, berdaun rimbun, berbunga indah, segar, semerbak ranum, menampilkan eloknya pada dunia dan mendapatkan pujian, AKAR tetap tidak iri, ia tetap bersembunyi dalam tanah. Itulah makna dari sebuah ketulusan dan KEIKHLASAN hamba yang memiliki perpaduan tekun, sabar , tulus, dan ikhlas bagaikan AKAR. Merekalah pejuangnya para pejuang, yang takkan surut langkahnya oleh beratnya masalah dan cobaan. Merekalah ksatria nya para ksatria yan takkan padam semangatnya hanya karena kurangnya perhatian dan penghargaan manusia. bagi mereka ALLAH adalah segala-galanya. Wakafa billahi Shahiida..”

======================

Wallahualam

sumber = http://www.facebook.com/notes/yulia-ningsih/sinc%C3%A9rit%C3%A9/170808069644630

Motivasi berharga

Bismillaahirrahmaanirrahim.

Segala puji bagi ALLAH yang menciptakan akal dan hati untuk manusia, yang dengan keduanya manusia dapat memiliki motivasi untuk apa dia hidup dan apa tujuannya.

tentu motivasi tiap orang berbeda-beda, hal ini karena kelebih dan kekurangan yang ALLAH berikan kepada tiap manusia berbeda-beda pula.

ada yang memiliki tujuan untuk membuatkan rumah tempat tinggal orangtuanya sehingga ia termotivasi harus  sukses dalam bisnis Rumah makannya.

ada yang memiliki tujuan membuat tambak udah di pantai utara jakarta, sehingga dia termotivasi harus belajar dan menguasai ilmu perikanan.

ada yang bercita-cita menjadi designer pakaian muslimah sehingga dia termotivasi untuk les menjahit dan mempelajari pola-pola membuat baju.

ada yang bercita-cita membuat yayasan menampungan anak-anak jalanan sehingga dia termotivasi untuk segera lulus kuliah nya agar ketika terjun ke sosial dia tidak lagi disibukkan dengan kulian.

ada yang bercita-cita meraih Ridho ALLAH dalam setiap langkahnya sehingga dia termotivasi untuk selalu berbuat kebaikan dimanapun dia berada.

ada juga yang memiliki cita-cita berbagi ilmu apapun yang dia punya sehingga dia termotivasi untuk menulis artikel atau media massa.

———————————-

motivasi bukan sesuatu hal yang mudah untuk dipunyai, motivasi mendorong pemiliknya untuk melakukan sesuatu.

Orang yang tidak memiliki motivasi adalah orang yang malas, tidak punya tujuan, tidak punya cita-cita. Oleh sebab itu, sudah sewajibnya bagi tiap orangtua mendukung apapun motivasi yang anaknya punya. bukan malah mematikannya. mendapatkan motivasi itu ga gampang loh.. butuh banyak masukan2 dan perjuangan mendapatkannya. Kalau motivasi itu dimatikan, apakah ada jaminan dia bisa bangkit lagi?

ingat bahwa ALLAH memberikan kelebihan berbeda2 ke tiap manusia,. jangan mengeksploitasi seseorang untuk mengikuti apa yang kita mau. Ga akan bisa, kalaupun bisa palingan itu karena terpaksa dan dia ga enjoy melakukannya sehingga akan mudah stress dan tertekan. (baca juga http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/menjadi-pribadi-luar-biasa-tak-perlu-sama.htm)

tiap orang punya kapasitasnya sendiri!

—————————————————-

hmmm………

aku ingin bebas berekspresi.

tanpa harus ditekan siapapun termasuk orangtua. yang tau aku ya aku sendiri., yang tau kemampuanku ya aku sendiri,

lagian udah 23 tahun gini ga perlulah di dikte-dikte, ngasih masukan sih boleh2 aja tapi jangan memaksa.

.

Mari Berbagi Masalah

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

————————————

Fitrah wanita menyukai curhat. jika punya masalah biasanya mereka curhat kepada teman-temannya, atau ibu nya. hanya mengeluarkan uneg2 saja hati mereka sudah puas,. seperti membuka jendela pada ruangan yang penuh asap dan membuat kita tidak bernapas. Begitu LEGA nya.

Jadi, buat kita nih kaum hawa, kalo ada Masalah jangan di pendem sendirian. Karena Jika Tidak di keluarkan, akan mendem terus d hati, mungkin memang bagiku satu-satu nya jalan adalah  dikeluarkan, cara mengeluarkannya adalah mencari teman yang mau mendengarkan keluhan/uneg2.

mau penting ataupun ga penting, pokoknya dikeluarkan saja.

Wanita yang suka memendam masalahnya sendiri cenderung tertutup dan itu ga baik untuk psikis nya.Akan mudah Stress dan depressi. Berbeda dengan laki laki cara menyelesaikan masalahnya. Berdasarkan buku Men are from mars and women are from Venus nya John Gray, Pria cenderung akan menarik diri jika sedang ada masalah, mereka tidak mau di ganggu, mereka seperti punya dunianya sendiri, dan jika ditawarkan bantuan atau memaksanya untuk bercerita mereka akan marah dan semakin menjauh. jadi buat ibu-ibu atau mbak-mbak yang sudah menikah jangan mikir macem2 jika pasangannya tiba-tiba menarik diri, karena itu cara mereka memecahkan masalah. Sabar saja, nanti juga balik lagi seperti semula.

Untuk para wanita wajib untuk men Cari teman2 yang tepat tuk bisa di ajak berbagi, bukan hanya teman yang bisa diajak jalan-jalan aja. karena ini kebutuhan primer wanita adalah mengeluarkan uneg2 nya.

Masalah yang dibagi-bagi akan mengurangi beban kita.

Setelah curhat, biasanya plong abis. Yang tadinya tertekan karena masalah, sekarang malah memiliki motivasi untuk menyelesaikan masalah dengan bijak. hanya dengan mengeluarkan uneg2 dan berbagi masalah itu. Kita juga harus mempunyai kemampuan untuk mendengarkan keluhan2 teman kita yang ingin berbagi, sehingga ada timbal balik dan akan muncul nya kepercayaan.

Curhat ke temen hanya untuk memplongin dan mendapatkan saran-saran saja,pertolongan dan harapan mah tetap minta tolongnya ke ALLAH SATU-SATUnya.

————————————————————

Terimakasih sahabat-sahabat ku yang senantiasa ada untuk mendengarkan masalah2 ku, teruslah kita saling menasehati untuk sama-sama bertemu di Jannah-Nya kelak. untuk selalu mengingat mengenang masa indah kita, SEBIRU HARI INI.

.

.

.

Aamiin

Jauhi RIBA yuk!

Bismillahirrahmaanirrahiim..

—————————————————–

di semester terakhir kuliah ini, banyak sekali hal yang dipikirkan,. salah satunya adalah mengenai mau kerja apa setelah Lulus S1 nanti..

banyak perusahaan-perusahaan yang membuka lowongan kerja di kampus, yang biasa di sebut dengan JOBFAIR. Saya pernah ikut Jobfair dengan membayar uang masuk Rp 20.000, kemudian kita akan mendapatkan suatu code yang sudah di tukarkan dengan CV kita. Hal ini untuk mempermudah Apply ke Perusahaan-perusahaan. Yang menjadi pusat perhatian saya adalah begitu banyak Bank-Bank yang membuka lowongan. Apalagi saya juga sudah tau kalau Gaji kerja di Bank itu menggiurkan, initinya mah ga ada yang ga mau kerja disana.

Begitupun dengan Saya.

Siapa yang ga mau gaji gede? Saya sempat menargetkan kalau nanti mau kerja di Bank saja.

—————————————–

Masih penasaran mengenai RIBA. Kemudian saya membeli buku yang menyangkut Riba (bunga Bank) itu Haram, ada dalil-dalil nya juga,

“Orang-orang yang memakan RIBA tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang-orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli itu sama dengan riba. Padahal ALLAH telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa mendapatkan peringatan dari Rabb-nya, lalu ia berhenti, maka apa yang telah ia peroleh dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada ALLAH. Barangsiapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” [QS.Al-Baqarah 275]

“Riba itu mempunyai 73 pintu, yang paling ringan adalah seperti seorang laki-laki yang men-zina-i ibunya. Dan riba yang paling besar adalah merusak kehormatan seorang muslim” [HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim]

Satu dirham hasil riba (saat ini harga dirham = Rp 175.000,-) yang dimakan oleh seseorang sedang ia mengetahuinya, itu lebih berat (dosanya) daripada 36 kali berzina.

Sebegitu berat ancaman yang ALLAH beri kepada siapa saja yang memakan Riba padahal dia sudah mengetahui bahwa riba itu haram. “..Barangsiapa mendapatkan peringatan dari Rabb-nya, lalu ia berhenti, maka apa yang telah ia peroleh dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada ALLAH. Barangsiapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” [QS.Al-Baqarah 275]

sekarang kita sudah tau, ayok di tinggalkan RIBA itu. Tobat supaya ga mengulanginya lagi.

————————————————

Apa kita tega memberi makan anak-anak kita dengan uang haram? , udah hartanya gak berkah, kita nya pun dosa. (ga dapat apa2 di sisi ALLAH, sedangkan kita tahu bahwa Akhirat itu kekal)

“Hai orang-orang yang beriman janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (Q.S.63 Al Munafiquun : 9)

——————————————-

Ingatlah bahwa rezeki ALLAH itu luas,

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.” (QS An-Nissa 100)

Siapa lagi yang memberi rezeki kalau bukan ALLAH? maka taat lah pada-Nya dan YAKIN kan hati kita.

Rezeki ALLAH itu luas.

Kerjaan ga hanya di Bank aja, mana mungkin ALLAH menelantarkan hamba-Nya yang taat pada-Nya, itu mustahil. orang jahat aja ada rezekinya (ga berkah+dosa), gimana orang-orang yang sholeh? (berkah dan berpahala)

Mungkin saat ini rezeki kita ngadat karena kita jarang sholat Dhuha, jarang bersedekah, jarang membantu sesama muslim, pelit, kopet, kikir, buntut kusir, cap jahe (ngikut2 bahasanya Aagym, hahaa..punten. =p)

Rasulullah bersabda di dalam Hadists Qudsi,“Allah SWT berfirman,

“Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR Hakim dan Thabrani)

(waktu sholat dhuha, kalo di indonesia kira-kira pukul 08.00-11.00)

selain sholat dhuha, hal yang dapat memperlancar rezeki adalah sedekah,. belum ada ceritanya orang yang rajin bersedekah menjadi miskin. Malah sedekah kita adalah tabungan buat kita yang akan ALLAH lipat gandakan,. mule dr sekarang pun bisa kita bersedekah,. tapi ingat! harus diberikan kepada lembaga yang mengurusinya. karena peminta2 di jalanan itu ada yang terbukti mereka menggunakan trik (tau kan ya?).

kita buat aja celengan infax di rumah , bisa dr bekas minuman terus d selotip dan di bolongin kayak celengan.trus tiap hari masukin 2000 perak, ya pokoknya seikhlasnya,. dan tiap hari. nanti di akhir bulan baru di setorkan ke lembaga tsb.

———————————————–

Saya harap teman-teman membaca referensi mengenai bunga bank lebih banyak lagi untuk menguatkan keyakinan teman-teman..

———————————————–

“Sesungguhnya harta itu indah dan manis. Barangsiapa menyambutnya dengan murah hati (ridha), maka ia akan memperoleh berkah. Dan barangsiapa mengambilnya dengan tamak serta curang, maka ia tidak akan memperoleh berkah. Ia seperti orang yang makan, tapi tidak pernah kenyang.”

(HR Muslim)

————————————————

Kaum wanita, mari merenung dan ambil hikmah

=================================================================

Semoga bisa diambil manfaatnya oleh saudari-saudari muslimahku..

(KISAH)


Sore itu,, menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar.. seorang akhwat datang, tersenyum dan duduk disampingku, mengucapkan salam, sambil berkenalan dan sampai pula pada pertanyaan itu. “anty sudah menikah?”. “Belum mbak”, jawabku. Kemudian akhwat itu bertanya lagi “kenapa?” hanya bisa ku jawab dengan senyuman.. ingin ku jawab karena masih kuliah, tapi rasanya itu bukan alasan.

“Mbak menunggu siapa?” aku mencoba bertanya. “nunggu suami” jawabnya. Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya-tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya kuberanikan juga untuk bertanya

“Mbak kerja di mana?”, entahlah keyakinan apa yang meyakiniku bahwa mbak ini seorang pekerja, padahal setahu ku, akhwat-akhwat seperti ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga.

Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi” , jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan hati.

“Kenapa?” tanyaku lagi.

Dia hanya tersenyum dan menjawab “karena inilah cara satu cara yang bisa membuat saya lebih hormat pada suami” jawabnya tegas.

Aku berfikir sejenak, apa hubungannya? Heran. Lagi-lagi dia hanya tersenyum.

Ukhty, boleh saya cerita sedikit? Dan saya berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita para wanita yang Insya Allah akan didatangi oleh ikhwan yang sangat mencintai akhirat.

“Saya bekerja di kantor, mungkin tak perlu saya sebutkan nama kantornya. Gaji saya 7juta/bulan. Suami saya bekerja sebagai penjual roti bakar di pagi hari, es cendol di siang hari. Kami menikah baru 3 bulan, dan kemarinlah untuk pertama kalinya saya menangis karena merasa durhaka padanya.

Waktu itu jam 7 malam, suami baru menjemput saya dari kantor, hari ini lembur, biasanya sore jam 3 sudah pulang. Saya capek sekali ukhty. Saat itu juga suami masuk angin dan kepalanya pusing. Dan parahnya saya juga lagi pusing . Suami minta diambilkan air minum, tapi saya malah berkata, “abi, umi pusing nih, ambil sendiri lah”.

Pusing membuat saya tertidur hingga lupa sholat isya. Jam 23.30 saya terbangun dan cepat-cepat sholat, Alhamdulillah pusing pun telah hilang. Beranjak dari sajadah, saya melihat suami saya tidur dengan pulasnya. Menuju ke dapur, saya liat semua piring sudah bersih tercuci. Siapa lagi yang bukan mencucinya kalo bukan suami saya? Terlihat lagi semua baju kotor telah di cuci. Astagfirullah, kenapa abi mengerjakan semua ini? Bukankah abi juga pusing tadi malam? Saya segera masuk lagi ke kamar, berharap abi sadar dan mau menjelaskannya, tapi rasanya abi terlalu lelah, hingga tak sadar juga. Rasa iba mulai memenuhi jiwa saya, saya pegang wajah suami saya itu, ya Allah panas sekali pipinya, keningnya, Masya Allah, abi demam, tinggi sekali panasnya. Saya teringat atas perkataan terakhir saya pada suami tadi. Hanya disuruh mengambilkan air minum saja, saya membantahnya. Air mata ini menetes, betapa selama ini saya terlalu sibuk di luar rumah, tidak memperhatikan hak suami saya.”

Subhanallah, aku melihat mbak ini cerita dengan semangatnya, membuat hati ini merinding. Dan kulihat juga ada tetesan air mata yang di usapnya.

“Anty tau berapa gaji suami saya? Sangat berbeda jauh dengan gaji saya. Sekitar 600-700rb/bulan. 10x lipat dari gaji saya. Dan malam itu saya benar-benar merasa durhaka pada suami saya. Dengan gaji yang saya miliki, saya merasa tak perlu meminta nafkah pada suami, meskipun suami selalu memberikan hasil jualannya itu pada saya, dan setiap kali memberikan hasil jualannya , ia selalu berkata “umi,,ini ada titipan rezeki dari Allah. Di ambil ya. Buat keperluan kita. Dan tidak banyak jumlahnya, mudah-mudahan umi ridho”, begitu katanya. Kenapa baru sekarang saya merasakan dalamnya kata-kata itu. Betapa harta ini membuat saya sombong pada nafkah yang diberikan suami saya”, lanjutnya

“Alhamdulillah saya sekarang memutuskan untuk berhenti bekerja, mudah-mudahan dengan jalan ini, saya lebih bisa menghargai nafkah yang diberikan suami. Wanita itu begitu susah menjaga harta, dan karena harta juga wanita sering lupa kodratnya, dan gampang menyepelekan suami.” Lanjutnya lagi, tak memberikan kesempatan bagiku untuk berbicara.

“Beberapa hari yang lalu, saya berkunjung ke rumah orang tua, dan menceritakan niat saya ini. Saya sedih, karena orang tua, dan saudara-saudara saya tidak ada yang mendukung niat saya untuk berhenti berkerja . Malah mereka membanding-bandingkan pekerjaan suami saya dengan orang lain.”

Aku masih terdiam, bisu, mendengar keluh kesahnya. Subhanallah, apa aku bisa seperti dia? Menerima sosok pangeran apa adanya, bahkan rela meninggalkan pekerjaan.

“Kak, kita itu harus memikirkan masa depan. Kita kerja juga untuk anak-anak kita kak. Biaya hidup sekarang ini besar. Begitu banyak orang yang butuh pekerjaan. Nah kakak malah pengen berhenti kerja. Suami kakak pun penghasilannya kurang. Mending kalo suami kakak pengusaha kaya, bolehlah kita santai-santai aja di rumah. Salah kakak juga sih, kalo mau jadi ibu rumah tangga, seharusnya nikah sama yang kaya. Sama dokter muda itu yang berniat melamar kakak duluan sebelum sama yang ini. Tapi kakak lebih milih nikah sama orang yang belum jelas pekerjaannya. Dari 4 orang anak bapak, Cuma suami kakak yang tidak punya penghasilan tetap dan yang paling buat kami kesal, sepertinya suami kakak itu lebih suka hidup seperti ini, ditawarin kerja di bank oleh saudara sendiri yang ingin membantupun tak mau, sampai heran aku, apa maunya suami kakak itu”. Ceritanya kembali, menceritakan ucapan adik perempuannya saat dimintai pendapat.

“anty tau, saya hanya bisa nangis saat itu. Saya menangis bukan Karena apa yang dikatakan adik saya itu benar, bukan karena itu. Tapi saya menangis karena imam saya dipandang rendah olehnya. Bagaimana mungkin dia maremehkan setiap tetes keringat suami saya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah memandangnya mulia. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang senantiasa membanguni saya untuk sujud dimalam hari. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang dengan kata-kata lembutnya selalu menenangkan hati saya. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang berani datang pada orang tua saya untuk melamar saya, padahal saat itu orang tersebut belum mempunyai pekerjaan. Bagaimana mungkin seseorang yang begitu saya muliakan, ternyata begitu rendah di hadapannya hanya karena sebuah pekerjaaan. Saya memutuskan berhenti bekerja, karena tak ingin melihat orang membanding-bandingkan gaji saya dengan gaji suami saya. Saya memutuskan berhenti bekerja juga untuk menghargai nafkah yang diberikan suami saya. Saya juga memutuskan berhenti bekerja untuk memenuhi hak-hak suami saya. Semoga saya tak lagi membantah perintah suami. Semoga saya juga ridho atas besarnya nafkah itu. Saya bangga ukhti dengan pekerjaan suami saya, sangat bangga, bahkan begitu menghormati pekerjaannya, karena tak semua orang punya keberanian dengan pekerjaan itu. Kebanyakan orang lebih memilih jadi pengangguran dari pada melakukan pekerjaan yang seperti itu. Tapi lihatlah suami saya, tak ada rasa malu baginya untuk menafkahi istri dengan nafkah yang halal. Itulah yang membuat saya begitu bangga pada suami saya. Semoga jika anty mendapatkan suami seperti saya, anty tak perlu malu untuk menceritakannya pekerjaan suami anty pada orang lain. Bukan masalah pekerjaannya ukhty, tapi masalah halalnya, berkahnya, dan kita memohon pada Allah, semoga Allah menjauhkan suami kita dari rizki yang haram”. Ucapnya terakhir, sambil tersenyum manis padaku. Mengambil tas laptopnya, bergegas ingin meninggalkannku. Kulihat dari kejauhan seorang ikhwan dengan menggunakan sepeda motor butut mendekat ke arah kami, wajahnya ditutupi kaca helm, meskipun tak ada niatku menatap mukanya. Sambil mengucapkan salam, meninggalkannku. Wajah itu tenang sekali, wajah seorang istri yang begitu ridho.

Ya Allah….

Sekarang giliran aku yang menangis. Hari ini aku dapat pelajaran paling baik dalam hidupku.

Pelajaran yang membuatku menghapus sosok pangeran kaya yang ada dalam benakku..

Subhanallah..

Semoga pekerjaan, harta tak pernah menghalangimu untuk tidak menerima pinangan dari laki-laki yang baik agamanya.

sumber = http://bloghidayah.wordpress.com/2011/02/19/sebuah-renungan-bagi-kaum-wanita/

=========================================================================

 

si wiwid ===>Subhanallah,.  karena aku pun menangis bacanya T.T

Tujuh Keajaiban Dunia

Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari “tujuh keajaiban dunia”. Pada awal pelajaran mereka disuruh membuat daftar apa yang mereka piker merupakan tujuh keajaiban dunia saat ini. Walaupun ada ketidaksesuaian, sebagian besar daftar terisi :

-          Piramida di Mesir

-          Taj Mahal di India

-          Menara Pisa di Italia

-          Tembok Besar China

-          Menara Eiffel di Paris

-          Kuil Angkor

-          Kuil Parthenon

Ketika sedang mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan salah seorang pelajar, seorang gadis pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi sang guru bertanya padanya, apakah ada kesulitan dalam menyusun daftarnya.

“Ya sedikit bu”, jawabnya.

“Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya”.

sang guru berkata, “baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, mungkin kami bisa membantu memilihnya”

Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, “saya pikir tujuh keajaiban dunia adalah :”

-          Bisa melihat

-          Bisa mendengar

-          Bisa menyentuh

-          Bisa menyayangi

Dia ragu lagi sebentar, kemudian melanjutkan,

-          Bisa merasakan

-          Bisa tertawa

-          Dan….bisa mencintai.

Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya sebagai “keajaiban”, sementara kita lihat lagi pada semua yang telah Tuhan karuniakan dan sering kita menganggap biasa saja. semoga kita hari ini benar-benar diingatkan tentang hal-hal yang ajaib sebagaI karunia Allah pada kita.

=============================

sumber : http://www.facebook.com/notes/adi-putra/tujuh-keajaiban-dunia/10150100364176682

Untitle

——————————————————–

Teringat kisah ketika masih belajar di SMA, otakku tersettingkan “Eh eh, biasanya kalo kita dapat kesedihan, setelahnya pasti kegembiraan.” hal itu saya terus perhatikan dan memang benar sih.. saya sempet kena Demam Berdarah pertama seumur hidup kelas 3 SMA 2x dan hanya berselang 4 bulan (yang normalnya berselang 6 bulan), untungnya saat itu saya sudah tes USM ITB.

orang tua ketar ketir pun saya juga begitu.bagaimana tidak? saat itu DB lagi marak2nya dan bahkan ada beberapa pasien yg sampai meninggal krn telat penanganan. di otak saya sudah tercetak sloga itu “”setelah kesedihan pasti kegembiraan”. benar saja! setelah sembuh dr DB, saya dapat pengumuman kalo lulus USM ITB dan masuk teknik lingkungan.

banyak kejadian2 lain yang serupa.. kadang suka berpikir “(saat itu sedang sedih karena apaaa gt) gpp deh skrg sedih sesedih2nya krn kejadian ini, kn setelah ini pasti ada kebahagiaan,apa ya?”.. selalu saya tunggu2 kebahagiaan itu. dan benar saja, setelah itu saya langsung senaaangg krn ad suatu kejadian juga.. habis nangis senangis2nya , lalu tertawa setertawa2nya..

———————————————–

hemm..

pemikiran itu harus cepat2 dibuang ! setelah memasuki kuliah tingkat 2 saya pun tersadar kalo pemikiran spt itu ternyata tidak benar! sangaaatt tidak benar,,! karena saya telah menemukan sebuah ayat dalam Al-Quran kalo manusia tidak boleh bersedih dan putus asa kecuali orang kafir (saya orang kafir? nauzubillahimindzalik)

..dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (QS:YUSUF:87)

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah bersedih hati, padahal kamulah orang2 yang paling tinggi derajatnya jika kamu orang2 yang beriman. (QS:ALI-IMRAN:139)

well, ALLAH melarang hambaNya untuk bersedih!! kalau sudah begitu, apakah kita masih bersedia bersedih demi mendapatkan kesenangan/kebahagiaan selanjutnya? ga perlu berharap sedih untuk mendapatkan senang (lagian bersedih itu capek ternyata..capek pikiran,rasa,badan,.bikin ga semangat,)

TERNYATA KAWAN-KAWAN..,

Jawaban dari pemikiranku yang salah itu adalah yang ini nih hadist nya :

Dari Suhaib r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda,

“Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim)

menakjubkan ya orang beriman itu..(TUL GAK??!) karena segala urusannya itu baik! ketika ia mendapatkan kebahagiaan ia bersyukur dan ketika ia tertimpa musibah ia bersabar (ga marah-marah/emosian/putus asa).. ga ada tuh sedih2an.. bahkan akan tetap tersenyum dalam kesabarannya.

nahh kan kalo sabar dan ikhlas, ga akan capek tuh badan,hati,pikiran  gara2 salah nanggapin (sedih.red) malah akan ringan hati ini, enteng!.

Eh eh, orang yang tetap tersenyum dalam musibah/cobaan yg dia alami  (tegar) akan membuat pelaku nya makin mempesona loh..(bisa dilihat dari sikapnya yang selalu mendewasakannya) =)

[baca juga disini ==> http://wiedeva.wordpress.com/2009/12/13/aku-makin-cantik/ ]

==================

Bukan tak tercapai, tapi hanya Tertunda

Ketika mimpimu yg begitu indah,
tak pernah terwujud..ya sudahlah
Saat kau berlari mengejar anganmu,
dan tak pernah sampai..ya sudahlah

Apapun yg terjadi, Dia Slalu ada untukmu
Janganlah kau bersedih..coz everything’s gonna be OKAY

Kita sambung satu persatu sebab akibat
tapi tenanglah mata hati kita kan lihat
menuntun ke arah mata angin bahagia
kau dan aku tahu,jalan selalu ada
(Bondan Prakoso-Ya sudahlah dgn dikit editan,hee hee..)

=======================================


Seperti tercabik-cabik hati dan pikiran ketika cita-cita tak tersampaikan, ketika rancangan tujuan tak terwujud,Putus asa, capek, lelah, penat.

hmmm… itu BIASA. FITRAH. (Manusia selalu grasak grusuk. hehe)

namun, ada apakah dibalik semua ini?

kejadian2 itu membuat semakin yakin jika manusia HANYA bisa berencana dan ALLAH sajalah yang memutuskan hasil akhirnya seperti apa. berkali-kali dinasehatin oleh teteh2 murrobi bahwa DO THE BEST! lakukan saja yg terbaik, hasil akhirnya serahkan pada ALLAH. krn memang untuk hasil akhir bukan wilayah cangkupan kita.

==========================================

Bukan tak Tercapai, tapi Hanya Tertunda..

Saya yakin, ALLAH  tidak menyianyiakan hambaNya, seperti perintah ALLAH yang turun kepada Ibrahim as untuk meninggalkan siti hajar beserta anaknya yang masih bayi di sebuah gurun tandus. Siti hajar ikhlas.  “Jika memang ini perintah ALLAH, sekali kali Dia tidak pernah menyianyiakan hambaNya” ucapnya. (Baca selengkapnya http://www.daarulhikmah.org/?p=490)

memang kita bukan Nabi. tapi untuk apa Nabi di turun jika bukan untuk membawa kebaikan dan hikmah?!

——————————————–

Bukan tak tercapai, tapi hanya Tertunda..

pekerjaan yang satu ini memang membutuhkan pikiran dan tenaga yang besar. TA a.k.a Tugas Akhir. Seminarku di tunda karena memang dr pihak dosen pembimbingnya belum mengijinkan. Wisuda April pun hanya tinggal cerita..

Ga terima, tapi harus terima. merasa ga adil, tapi ALLAH maha adil. dan ternyata memang ada hikmah dibalik semua ini.. aku dapat melakukan sesuatu yang mungkin tidak akan bs ku lakukan nanti setelah wisuda. ya. memang ini lah saatnya yang tepat.. terimakasih ya Rabb.. karena memang hanya Engkau yang lebih tau diri ini dr pada aku sendiri.

KEEP POSITIF THINGKING WIED! teman2 menguatkan ku..

Dunia ini masih seluas yang kau impikan
Tak perlu kau simpan luka itu
Sedalam yang kau rasa
Memang ada waktu agar kau bisa kembali semula
Percayalah padaku kita kan bisa melewatinya

Jangan bersedih oh kawanku aku masih ada disini
Semua pasti kan berlalu aku kan selalu bersamamu
Jalan hidup tak selamanya indah
Ada suka ada duka
Jalani semua yang kau rasakan
Kita pasti bisa

(Edcoustic-Jangan bersedih)

memang butuh waktu untuk bangkit kembali. Otak dan hati harus di fresh kan lagi,. karena otak dan hati  kita memiliki hak untuk diistirahatkan..setelah itu, mari Bangkit kembali tuk merancang mimpi2 besar kita. ALLAH maha kaya, maka mintalah hanya pada-Nya. jangan takut rezeki diambil orang karena setiap manusia dijamin rezekinya oleh ALLAH.. TAPI, hanya untuk yang mau berusaha mencapai dan menggapai rezeki itu..

Man Jadda Wa Jadda. insyaALLAH

========================================

Bukan tak tercapai, tapi hanya Tertunda..

BETUL! mungkin memang keberkahan tidak di bulan April,. ya positif thingking aja.. “lihat dunia ini dari berbagai sisi wied! bukankah dunia ini 3 dimensi? kenapa harus liat hanya 1 dimensinya?”

hmm, betul juga. mungkin saya hanya melihat HP dari sisi kanannya saja padahal sisi depan lebih indah, lebih berwarna dan terang dengan lampu, ada wallpaper nya pula, warna warni. (analogi. red)

memang jangan hanya melakukan aktivitas 1 saja.lakukan yang banyak! sambil TA sambil les ini les itu. kan setelah wisuda smwa skill2 nya dah ada tuh..mungkin kalo setelah wisuda dan mendapatkan pekerjaan aktivitas2/hobi2 yang mungkin nantinya bisa menghasilkan uang dr bisnis/usaha akan sulit dilakukan karena terbatasnya waktu, buka pikiran kamu, dan lihatlah betapa masih luasnya dunia ini dan bermimpilah yang besar jika kamu ingin menjadi orang besar.. karena semua nya berawal dari mimpi.! kenapa harus takut bermimpi?? GRATIS kok.

Tiba2 seorang teman sejurusan mengajak ngobrol via YM [beliau udah wisuda periode sebelumnya]

“kapan sidang wied?”

“periode 21 februari mpe seminggu kedepan”

“hoo..lu kapan wied?”

“gw ga april sist, belom di ijinin ama dosen”

“hoo gt,. gw bosen ni pengangguran. pengen ngerjain TA lagi.. hhehehe”

“hah?!?!?”

——————————————————–

hmm..

tenang kawan, segalanya masih mungkin. karena Bukan tak tercapai, tapi hanya Tertunda..! lakukan apa yang bisa kamu lakukan SAAT INI! jangan mentang2 wisuda masih lama trus menyianyiakan waktu begitu saja dengan kegiatan yang ga berguna..! (main game, jalan2 ke mall shopping, dll)

“Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)” [QS. AL-Insyirah 7]

Beramal dan berkontribusi ilmu yang sudah didapat tidak hanya dapat dilakukan setelah wisuda. sekarang pun bisa. ilmu apapun yang kamu punya, berbagilah kepada orang lain.. banyak media-media dunia maya yang dapat digunakan. contohnya Blog, Twitter, Facebook. Semoga amal dan usaha kita diridhoi oleh-Nya. dan luruskan lah niat kembali.

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menta’ati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”[QS. Al-Ashr 1-3]

Tetaplah diri kita untuk selalu berada pada lingkungan islami. yang saling nasehat menasehati dalam kebaikan. supaya tidak sia-sia. karena menyia-nyiakan waktu adalah perbuatan syeitan. syeitan selalu mengajak manusia kepada ke lalaian dan perbuatan dosa. perbanyak istighfar dan beramal sholeh, karena hal itu dapat menghapus dosa-dosa yang telah kita lakukan.

——————————————–

Aku tahu rezekiku tak mungkin diambil orang lain, karenanya aku tenang.
Aku tahu, amal-amalku tak mungkin dilakukan orang lain, maka aku sibukkan diriku dengan bekerja dan beramal.
Aku tahu, Allah selalu melihatku, karenanya aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat.
Aku tahu, kematian menantiku, maka kusiapkan bekal untuk berjumpa dengan Rabb-ku [diambil dari status temen di FB]

semoga bermanfaat. yang benar itu datangnya dari ALLAH dan yang salah itu datangnya dari diri saya sendiri.. mohon maaf kalo ada salah ketik/kata. semoga ALLAH senantiasa menghapus dosa kita selama kita selalu berTobat padaNya.

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.