Masalah itu manis

“Jangan katakan kepada Allah kalau kita punya masalah, tapi katakan kepada masalah kalau kita punya Allah”

Gambar

 

Kutipan di atas saya copas dari status Facebook salah satu teman saya. Setelah membaca status itu saya langsung me-like-Nya padahal baru beberapa detik muncul di laman Facebook. Karena menurut saya kata-kata di atas sangat luar biasa. Iya, di tengah banyak dinding-dinding Facebook digunakan sebagai luapan keluh kesah, kekesalan, dsb. Yang seolah-olah menunjukkan ketidakikhlasan kita dalam menerima segala takdir ketentuan Allah Swt, teman saya ini meng-update status dengan nilai optimis.

Status teman saya di atas  sangat luar biasa menurut saya, dan status seperti itulah yang semestinya kita publish ke depan facebooker mania. Karena dengan membaca status yang luar biasa itu, teman kita yang membacanya mungkin akan tercerahkan walau boleh jadi sebelum membaca status kita itu dia sedang kegundahan. Kemudian biasanya status yang luar biasa di laman Facebook  akan  memunculkan komen-komen luar biasa lainya. Kalau begitu bukankah pahala akan mengalir kepada si peng-update status itu? Karena dia telah mencerahkan yang sedang gundah,memberi solusi yang sedang dirundung masalah.Jika ini yang terjadi, maka satu sisi fositif  laman “muka buku” ini telah dirasakan, dan kita telah menanam satu kebajikan.

Jika sebalik-Nya yang kita lakukan, yakni meng-update status-status yang berisi keluhan, emosi, cacian dan lain sebagainya. Apakah itu tidak menimbulkan satu dosa bagi kita sendiri. Karena kita sangat dilarang berkeluh kesah akan masalah atau takdir yang kita jalani. Kemudian jika ada teman yang memberikan jempol manis-nya akan status yang berisi keluh kesah itu, apakah dia tidak dikatakan melakukan sebuah keburukan karena seolah teman kita itu merasa setuju dengan apa yang kita update(keluh kesah kita).Jika itu yang terjadi berarti kita telah menanam satu keburukan bagi diri sendiri bahkan orang lain.

Jujur saya sangat tidak suka ketika membaca status-status teman saya yang berisi keluh kesah, sumpah serapah, atau cacian atas apa yang sedang mereka rasakan saat meng-update status-status mereka tersebut. Apalagi kalau saya tau mereka adalah teman-teman saya yang sama-sama telah mengenyam pendidikan pesantren yang diajarkan bagaimana sebenarnya kita dalam menghadapi sebuah masalah. Yaitu dengan mendekatkan diri kepada Allah serta introspeksi diri. Mungkin jadi masalah itu datang sebagai teguran darinya atas apa yang telah kita lakukan sebelum-Nya atau masalah itu datang sebagai ujian untuk men-tes keimanan kita.

Ketika kita ditimpa sebuah permasalahan, berarti Allah mau kita lebih dewasa dalam menghadapi hidup ini. Ketika kita ditimpa musibah, berarti Allah ingin agar kita mendekat kepadanya. Ketika kita ditimpa kesusahan, berarti Allah telah menyediakan untuk kita kemudahan. Karena sesungguhnya dibalik permasalahan ada proses pendewasaan, dibalik musibah ada hikmah, dibalik kesusahan ada kemudahan.

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”(QS. al-Insyiroh: 5-6)

Ketika permasalahan datang menghampiri, jangan mengeluh di hadapan sang pencipta, jangan memberontak akan keputusannya apalagi mengatakan bahwa Allah tidak adil. Namun, mintalah agar kita diberi kesabaran serta ketegaran dalam menghadapinya, diberikan solusi yang terbaik bagi kita, dan selalu mengharap dia memberikan ganjaran pahala untuk kita.

Tanpa malam purnama takkan indah. Tanpa lapar nikmat makanan takkan terasa. Tanpa dahaga sejuknya dingin air takkan memberi banyak makna. Begitu juga kemenangan atau kemudahan takkan banyak memberi arti tanpa didahului rintangan masalah kesusahan. Setelah mendung terbitlah cerah.

Tak ada hidup tanpa masalah, karena masalah adalah sunnah-Nya. Yang kita perlukan hanya kebijakan dalam menyikapinya. Jika ketegaran yang kita bina, nikmat masalah akan terasa. Jika keluhan yang kita bina sengsara masalah akan selalu bertambah.

Masalah datang untuk kita hadapi, bukan untuk dicaci atau dimaki. Masalah adalah mediator dalam proses pendewasaan. Tanpa masalah kita takkan pernah dewasa. Tanpa masalah kita takkan menjadi orang yang luar biasa.”Jalan yang lurus dan mulus takkan pernah menghasilkan pengemudi yang hebat. Laut yang tenang takkan pernah menghasilkan pelaut yang tangguh. Langit yang cerah takkan pernah menghasilkan pilot yang handal.”

Di saat kita mencari solusi dalam suatu masalah, di saat itulah sebuah proses pendewasaan hidup akan dimulai. maka, berbahagialah mereka yang memiliki masalah dan mampu mengatasi masalah tersebut dengan brilian, yaitu dengan tetap selalu bersandar akan keputusan sang eksekutor yang maha adil setelah tawakal dilakukan. Mari bersama taklukkan masalah…!

BERSYUKUR YUUKK

Orang yang menolak menjadi orang kaya, TIDAK MENYADARI bahwa:

Kesehatan dan keselamatan adalah kekayaan.
Cinta yang jujur dan setia adalah kekayaan.
Orang tua, saudara dan anak adalah kekayaan.

Reputasi baik dan nama yang terhormat adalah kekayaan.
Kepercayaan dan kesenangan orang lain terhadap kita adalah kekayaan.
Pekerjaan dan sumber pendapatan adalah kekayaan.
Memiliki waktu dan tenaga adalah kekayaan.
Ilmu, keterampilan dan pengalaman adalah kekayaan

Maka pantas sekali jika beberapa orang ditanyai:

“Maka nikmat Tuhan yang mana lagikah yang kau dustakan?”

Marilah kita tidak sok menolak kekayaan, karena Tuhan akan mendidik kita dengan BETUL-BETUL memiskinkan kita.

Maka marilah kita memulai perjalanan naik kita untuk menjadi orang kaya.

Mario Teguh – Loving you all as always

—————

Adik-adik saya yang baik hatinya, jika Anda ingin menjadi orang kaya, bilang ‘Aamiin’ ya?

Tuhan sedang memperhatikan Anda.

 
 
 
Mario Teguh

Curhat (1) Versi Galau

Bismillahirrahmanirrahiim..

—————————————

Gambar

ALhamdulillah diberikan kesempatan untuk menulis lagi,. gatel jari – jari dan dada sesak ingin segera menulis lagi.

 

3 minggu bukan waktu yang lama sejak saya wisuda saya mendapatkan pekerjaan. dan kini kira-kira sudah hampir 10 bulan saya bekerja di Perusahaan itu. bahagia, senang karena punya uang sendiri bisa membeli yang saya mau.

Tinggal di Jakarta beda sekali dengan Bandung dan bogor, jakarta itu panas, banyak polusi, macet. Sedangkan Bandung dan bogor itu adem, nyaman. 

Bekerja di perusahaan ini sebagai internal audit cukup banyak memberikan saya ilmu. INternal audit adalah divisi dimana pekerjaannya yaitu memastikan bisnis proses perusahaan berjalan sesuai SOP nya. INternal audit adalah divisi yang mengetahui sistem suatu perusahaan. disini saya banyak belajar mengenai bisnis proses dari semua divisi, training-training yang di berikan sangat bermanfaat.

————————————–

SAngat bersyukur kepada ALLAH saya dapat pekerjaan di tempat yang sangat islami. JIlbab saya lebar dan direksi tidak menyuruh saya untuk memendekkan jilbab.

AKhir-akhir ini sering kangen dengan suasana Masjid Salman ketika kumpul dengan teman -teman diskusi di kortim, Yulay, Rosi, Mahya. kangen belanja bulanan dengan Yulay di Riau Junction Bandung, kangen mabit di daarut tauhid, kangen ketika mabit+outbon dengan teman-teman KAMIL ITB di parongpong dan lembang bandung.

…………….

Ingin mengulangi saat-saat itu,,

sangat ingiin sekali,,

 

Di mess ini (JAkarta) Saya sendirian di kamar karena teman sekamar sudah resign, namun ketika dia belum resign dulu pun saya tetap sendirian di kamar karena beliau di tempatkan di Padang. Saat-saat jenuh seperti ini sangat tidak suka.

merenung sendirian tanpa teman curhat rasanya itu suntuk banget, SEPI. kayak puisi nya di AADC , “sepi sendiri aku benci.. hehehe..

Alhamdulillah,. ALLAH selalu bersama ku, curhat pada-Nya setelah sholat, mengeluarkan semua unek-unek, Tilawah, SUbhanallah nikmat sekali. Baru kali ini saya merasakan SEPI, JENUH, SUNTUK dan aku baru kali ini merasakan bahwa aku memang tidak sendirian, ada ALLAH yang selalu menemani (dulu hanya teori saja, sekarang benar-benar mengalami).

———————

ALLAH sangat dekat, sangaaatt sangaatt sangaat dekat sekali.

Ketika harapan dan cita-cita belum di capai, DIA menghiburku dengan Al-Quran, Terimakasih ya ALLAH… 

Perasaan JENUH ini saya rasakan sejak 3 bulan terakhir., ah.. ini cuma sementara saja, wajar karena sebelumnya belum pernah nge-kos. 

Menjadi karyawati bukanlah cita-cita saya, namun ini menjadi alat menuju cita-cita saya. dengan menjadi karyawan saya banyak belajar tentang bisnis, tentang manusia, tentang lingkungan yang menjadi penunjang ketika saya membangun usaha kelak insyaALLAH dan yang pasti modal usaha , hehe..

———–

Cita-cita terbesar saya adalah menjadi muslimah bertaqwa (aamiin), Setelah menikah nanti menjadi Ibu rumah tangga yang melayani suami dan akan membuat anak-anak semua nya sukses dunia akhirat (aamiin) . Namun, saya tetap akan bekerja yaitu berbisnis, berbisnis waktu menjadi lebih fleksibel, mengembangkan hobi menggambar dan jahit-jahitan. 

ya, cita-cita saya yang ke dua yaitu menjadi Entrepreneur muslimah sukses dunia akhirat . aamiin ya Rabb.

 

——————

DImanapun kita, 

Kapanpun itu, mintalah selalu petunjuk-Nya, 

biarlah dia yang mengarahkan kita kemana

Namun yang pasti kita harus tetap di jalan Islam yang lurus.

—————————————————————————————-

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa”

(Al-Baqarah : 2)

Dengan Kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridhaannya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang itu dari gelap gulita kepada cahaya dengan izinNya dan menunjukkan ke jalan yang lurus.

(Al Maidah : 16)

—————————————————————————————–

 “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu curahan rahmat dari sisi-Mu, yang dengannya hatiku mendapat petunjuk, terkumpul segala yang bercerai-berai dan terhimpun segala yang terpisah-pisah, tertolak segala fitnah atas diriku dan bertambah baik urusan agamaku, terpelihara segala sesuatu yang jauh dariku dan terangkat apa yang dekat denganku, disucikan segala perbuatanku dan dicerahkan wajahku, diberi ilham menuju petunjuk dan terpelihara diriku dari segala sesuatu yang jelek.”

(Doa ini dibaca setiap pagi, lebih-lebih sebelum atau menjelang shalat shubuh sesudah shalat fajar. Insya Allah petunjuk Allah dan kebahagiaan hidup akan senantiasa menyertainya.
Dalam hadis riwayat Imam Thabrani dari Ibnu Abbas dijelaskan, bahwa doa ini pula yang senantiasa dilakukan Nabi Saw. setelah selesai melaksankan shalat sunat fajar sebelum shalat shubuh.)

#30 Agustus 2012

#@Mess Jakarta

Mari belajar Ridho [Edisi: Luar Kota]

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillah masih diberi nikmat untuk menulis lagi, kalau melihat tanggal sebelum post ini, yaitu 7 Agustus 2011 berarti sudah hampir 7 bulan saya tidak menulis, itu tandanya sudah 7 bulan saya tidak menebar manfaat yang bisa saya tebar, itu tandanya ibadah saya dalam menulis menurun.. 

kalau di ingat-ingat lagi, bulan agustus adalah ketika saya sedang sibuk2nya revisi TA dan mempersiapkan sidang, dan Bulan Oktober saya Wisuda di ITB, Alhamdulillah, setelah 5 tahun di kampus akhirnya bisa  keluar dengan Title Sarjana :D.

hmm,, baiklah, mari mengingat-ingat kembali… Oh ya! setelah itu saya di terima kerja di PT.Paragon technology and Innovation per 21 November 2011 hingga sekarang. berarti saya sudah bekerja selama 3 bulan lebih. SUbhanallah ga terasa sama sekali.

jika di flashback, SD-SMP-SMA-KULIAH-KERJA-DST, Berarti umur semakin bertambah, apakah pertambahan umur ini diiringi oleh pertambahan ilmu dan amal ?

Keluar dari kampus kemudian masuk ke tempat baru (Kantor) adalah suatu anugerah yang ALLAH berikan . karena kampus dan kantor itu sangat berbeda walaupun ada juga persamaannya. di kantor ini saya menemukan komunitas baru, lingkungan baru yang berbeda yaitu kalau di Bandung cuaca adem dan dingin, jika di Jakarta ini panasss bangett. ketika di BAndung saya menjadi KUPU-KUPU alias kuliah pulang – kuliah pulang. kalau di kantor saya hampir tiap bulan keluar kota. ya maklum saja karena saya mengambil divisi internal auditor. hehehe

Flashback. Saya sangat tidak suka jalan-jalan keluar kota, saaangaaattt tidak suka. apalagi kalau harus nginep. wah nginep 1 hari saja bawaan tas saya sudah banyak banget,.. saya termasuk tipe orang yang sangat suka di rumah, atau menetap di 1 tempat.. Tapi ALLAH memberikan ku pekerjaan ini yang mnuntut ku untuk keluar kota hampir tiap bulan. Saya kaget dan rasanya pengen keluar saja dari PTI. 

LALU.

Akhirnya penerbangan saya (audit perdana) ke Solo dengan naik pesawat. kalau diingat-ingat terakhir saya naik pesawat adalah kelas 5 SD dari medan ke palembang naik pesawat PELITA AIR . dan skrg saya umur 23 tahun, sempat deg-degan pas naik pesawat, pikiran udah macem-macem (hehe parno).. Saat itu hari selasa, saya bersama dengan aniisa ke Solo, lalu kami naik pesawat LION AIR menuju Solo. ternyata mengasikkan! hahaha :D lukisan awan sangat cantik ! apalagi kalau sore terlihat sunset, perjalanan ke solo cuma 30 menit.

Perjalanan selanjutnya adalah ke Banjarmasin Kalimantan Selatan pada bulan januari 2012. Perjalanan 1 jam 45 menit. Untuk perjalanan keluar jawa ini memang bikin deg-degan. pesawatnya suka turbulen, tapi alhamdulillah dihibur dengan awan-awan yang cantik..

lalu perjalanan saya ke SUrabaya, membutuhkan waktu 1 jam 30 menit.

Saya, jadi ketagihan terbang dan menyukai luar kota, karena karakteristik tiap kota berbeda-beda. Karakter orang-orang Solo berbeda dengan org surabaya dan BAnjarmasin.,dll. Alhamdulillah dpt banyaakk sekali pengalaman dan alhamdulillah Gratis.

Saya, sedang dikaderisasi oleh-Nya dengan cara melawan hal-hal yang saya takuti.

——————————-

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, ALLAH mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”

[QS. Al-Baqarah:216]

 ————————————–
Kita harus selalu belajar ikhlas atas semua keputusan ALLAH karena itu baik ! sertakan selalu ALLAH dalam setiap pengharapanmu, mengharapkan Kerjaan, Jodoh dan kehidupan di dunia ini, karena pasti hidupmu akan baik. dan jangan sedih dan gusar ketika keinginanmu tidak/belum di kabulkan -Nya, karena saat itulah keadaan terbaik bagimu. 
ALLAH lebih mengetahui diri kita di bandingkan kita sendiri.
Teman, Jagalah ALLAH selalu dalam hatimu. Niscaya Dia akan selalu menjagamu.  “JIka ALLAH sudah menolongmu, maka siapa yang bisa mencelakaimu? dan jika ALLAH sudah tidak mau menolongmu, maka mau berlindung ke siapa lagi?”
Satu lagi yang saya sangat bersyukur pada ALLAH adalah, di perusahaan ini saya bebas berjilbab lebar. tidak ada larangan sama sekali. 
—————————————————————————————
Ya ALLAH, Begitu banyak nikmat yang Kau berikan kepada hamba padahal dosa hamba masih banyak
Ya ALLAH, Begitu sayangnya Engkau pada hambamu yang kadangkala sering melupakanMu
Ya ALLAH, kusuka cara-Mu menegurku ketika ku salah
Ya ALLAH, kusuka cara-Mu memberiku pelajaran hidup sehingga aku menjadi semakin kuat
Ya ALLAH, jadikanlah hamba untuk selalu bisa menjadi hambaMu yang Bersabar ketika mendapat cobaan, dan Bersyukur ketika mendapatkan nikmat
Ya ALLAH, mudahkanlah hamba dalam mendapatkan hikmah dari setiap kejadian hidup
Ya ALLAH, Terimakasih.
———————————————————————-
SABAR dan SYUKUR itu,
buah dari sebuah KEIMANAN………………………….

ALLAH maha pemberi keAMANan

Bismillaahirrahmaanirrahim.

=====================

 

beberapa hari yang lalu saya mendengarkan ceramah yang sangat bagus sekali di TV One kalau ga salah, judulnya Asmaul Husna,. 1 sifat ALLAH yang dibahas disini adalah tentang Al-Mukmin. Al-Mukmin berarti aman.

artinya apa?

artinya adalah ALLAH mahapemberi keamanan. bukan harta, dan juga bukan Asuransi.

dalam hidup bersaudara, dikatakan ciri2 orang mukmin itu yaitu,

Dalam hadis, “Seorang mukmin itu adalah orang yang manusia merasa aman dengannya atas harta dan jiwa mereka” (HR Ahmad)

maka bergaulah dengan orang-orang mukmin, maka kau akan merasa aman dengannya, aib2 mu terjaga, tidak akan membicarakanmu di belakang (krn dia tau membicarakan saudaranya seperti memakan bangkai busuk).

kadang kita (terutama yang baru lulus kuliah dan mencari kerja) terlalu khawatir dengan kesehatan, sehingga harus mencari kantor yang menjamin kesehatan bagi para pekerja nya, atau untuk yang pebisnis menggunakan asuransi. yang saya tau dari asuransi adalah kita membayar sejumlah uang tiap bulan nya, nanti ketika kita sakit maka perusahaan asuransi itu yang akan membiayainya, tapi kalau tidak sakit, yaa.. uangnya di ambil si perusahaan.

terdapat beberapa pendapat ulama yang mengharamkan asuransi karena merupakan tindak pemerasan dan penipuan,. (silahkan cari2 d google) ada juga yang memperbolehkan karena sudah saling sepakat antara perusahaan dan si pengaju asuransi.

sekarang terserah pada diri kita sendiri mau ikut yang mana sesuai kayakinan..

———————————–

sang ustad bercerita,. ketika itu beliau sedang berada di jalan tol , mobil yang beliau kendarai tiba2 menabrak mobil di depannya yang secara tiba2 mengerem mendadak,. wal hasil mobil depan sang ustad penyok,. namun alhamdulillah beliau sehat2 saja..

kemudian beberapa hari kemudian beliau sholat di sebuah masjid tempat beliau akan berceramah, setelah sholat tiba2 orang di sebelah beliau membuka pembicaraan,. dia bekerja di perusahaan asuransi, dia mengasuransikan mobilnya. ternyata dia juga mengalami kecelakaan mobil yang mengakibatkan mobilnya rusak total, beruntung dia selamat,.kemudian dia melanjutkan ceritanya bahwa ketika mobilnya akan diperbaiki ternyata ditolak oleh pihak asuransi karena pihak asuransi lupa mendaftarkan mobil c bapak itu untuk di asuransikan..

———————————-

—————-

beruntung sang ustad karena kerusakan pada mobilnya tidak separah apa yang dialami oleh bapak2 tadi.

ALLAHlah yang memberikan keamanan, Dia memberikan keamanan kepada siapa saja yang dia kehendaki.

Ajal manusia, ALLAH lah yang menentukan, sakit, musibah, semuanya ALLAH yang berkehendak,. kalau sudah seperti itu kenapa kita harus takut? Kita harus yakin dengan yang ghaib di depan sana,. kita harus yakin ALLAH lah yang memberikan keamanan, kita harus yakin bahwa sedekah, silaturahim, tidak mengambil hak orang lain, sholat tahajud dan sholat dhuha dapat memperpanjang umur, menyembuhkan penyakit, memperbanyak rezeki, dan sesungguhnya musibah tidak akan pernah mendahului sedekah.

mau aman? mau di lindungi oleh ALLAH? ayok kita ikuti cara2 yang ALLAH berikan,. dengan memperbanyak sedekah, sholat dhuha, dan silaturahim.. kalau bisa sebelum berangkat keluar dr rmh, kita bersedekah dahulu, boleh ke tukang gorengan sebrang rumah , atau pengemis, dll..

ALLAH akan melindungi kita,. Dia Mahapelindung. tidak perlu khawatir atau takut,. khawatir dan ketakutan adalah jalan2 syeitan. syeitan selalu membisikkan hal2 yang membuat manusia sedih, was was, takut, khawatir,.

——————————————————-
Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. [QS. Al-Baqarah: 268]

Setan sering membisikkan ke dalam hati orang-orang yang ingin bersedekah dengan berkata, “Janganlah kau sedekahkan hartamu, nanti kau akan menjadi miskin!” Tetapi Allah menguatkan kita dan berfirman, “Sedekahkanlah, maka Aku mengampunimu dan memberimu karunia yang luas.”

Begitulah sikap orang-orang beriman. Mereka selalu melihat segala hal dari sisi positif. Mereka menjadikan bantahan terhadap mereka sebagai penguat pendirian mereka. Semakin mereka dibantah, semakin kuat pendirian mereka.

(Yaitu) orang-orang (yang menta`ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Al-Wakil.” [QS. Ali Imran: 173]

sumber = http://rizalpulungan.blogspot.com/2009/07/laa-takhof-wa-laa-tahzan-jangan-sedih.html

—————————————————-

Salah satu cara untuk menghindari asuransi adalah dengan menabung sendiri , membuka rekening dan khususkanlah rekening itu utk membayar RS. kalau2 kita sakit, uang aman dan ga ditilep orang..

Kalau kita bekerja di perusahaan dan difasilitasi dengan kesehatan ya syukur Alhamdulillah,. namun tetap kan lah hati ini untuk meyakini bahwa yang memberi keamanan adalah ALLAH SWT, fasilitas2 yang diberikan adalah bonus untuk kita, dan mungkin itu adalah rezeki buat kita dari ALLAH melalui perusahaan tempat kita bekerja.

==========================================

saya pernah berfikir terhadap dua kondisi,. kondisi yang pertama adalah kondisi orang yang menggunakan asuransi kesehatan, dan kondisi orang kedua adalah dia yang sama sekali tidak menggunakan asuransi.

orang yang pertama ini tiap kali sakit selalu ke RS. dengan biaya yg besar, tapi karena dia pnya asuransi jd tidak masalah sebesar apapun biaya nya, tapi orang itu selalu saja sakit, sembuh dikit, sakit lagi..

berbeda dengan kondisi org kedua, dia mempunyai banyak anak, dan sehat2 semua, toh kalaupun sakit , sakitnya tidak sampai harus ke RS..

dan ternyata setelah dilihat2, orang pertama ini selalu menggunakan hartanya utk dirinya dan keluarganya sendiri, sulit utk berbagi, pelit gitu bahasannya..

tetapi org kedua ini rajin sedekah, membantu org yang mengalami kesusahan, menyambung silaturahim.

saya dpt cerita dr tetangga yang dia bekerja di perusahaan obat,. dia mengatakan bahwa seseorang yang senang/rajin terjun kepada kegiatan sosial, maka imunitas orang itu besar,. Subnahallah.. mugkin ini maksudnya knp qta hrs rajin2 silaturahim. dan orang kedua lah yang menerapkan hukum ALLAH ini. maka, nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kau dustaka….?

kita harus bisa mengimani yang ghaib, pelan2 saja, di asah sedikit2 lama2 juga terbiasa,..

semangat!! smoga kita termasuk orang yang YAKIN dengan pertolongan dan perlindungan ALLAH SWT. =) aamiin.

===================================

Wallahualam bissawab.

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

=============================================

“Kitab Al-Quran ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada (Al-Quran) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat. Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”

[QS. Al-Baqarah 2-5)]

————————————————————————

J.I.K.A

=============================

Jika derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya,

Maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa

 

Sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nanti

Jika kesedihan aakan menjadi masa lalu pada akhirnya

Maka mengapa tidak dinikmati saja

Sedang ratap tangis tidak akan mengubah apa-apa

 

Jika luka dan kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya

Maka mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa

Sedang kesabaran dan ketabahan adalah lebih utama

 

Jika kebencian dan kemarahan akan menjadi masalalu pada akhirnya

Maka mengapa mesti harus diumbar sepuas jiwa

Sedang menahan diri dalah lebih berpahala

 

Jika kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya

Maka mengapa mesti tenggelam didalamnya

Sedang taubat itu lebih utama

 

Jika harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya

Maka mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri

Sedang kedermawanan justru akan melipat gandakannya

 

Jika kepandaian akan menjadi masa lalu pada ahirnya

Maka mengapa mesti membusung dada dan membuat kerusakan di dunia

Sedang dengannya manusia diminta memimpin dunia agar sejahtera

 

Jika cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya

Maka mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama

Sedang memberi akan lebih banyak menuai arti

 

Jika bahagia akan menjadi masa lalu pada akhirnya

Maka mesti dirasakan sendiri

Sedang berbagi akan membuatnya lebih bermakna

 

Jika hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya

Maka mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka

Sedang begitu banyak kebaikan bisa di cipta…….

———–

sumber = http://rekamkehidupan.wordpress.com/2011/05/31/jika-_/

 

————————–

 “Ya ALLAH sesungguhnya aku memohon kepadaMU agar selalu mencintaiMU, mencintai orang-orang yang mencintaiMU, dan amal perbuatan yang dapat menghantarkan untuk mencintaiMU (HR Tirmidzi)

———————————————————————-

“Dan tidaklah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka“

[QS. Al-An am 32]

————————————————

Keikhlasan layaknya akar yang kokoh (kisah marbot masjid)

“… Dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya…”

(Q.S. al-A’raf: 29).

—————————————————————


Sebuah perbuatan akan bercahaya bila berbahan bakar keikhlasan.

SEORANG kawan senang betul salat sunnah kalau ia berada di kota lain. Memang, Rasulullah mengatakan bahwa jika kita bepergian jauh, begitu sampai di tempat tujuan segera menegakkan shalat sunnah dua rakaat. Itu merupakan tanda syukur kita sudah sampai dengan selamat. Suatu hari dia pergi ke satu tempat. Sebagaimana biasa, ia mencari masjid atau mushala. Layaknya orang yang mau shalat, kawan ini mencari toilet dan tempat wudhu. Tapi, langkah dia tiba-tiba terhenti saat melihat seseorang yang sepertinya dikenali.

Sebut saja bernama Fulan, kawan SMP yang sangat pintar. Untuk sementara dia tertegun. “Tidak salahkah penglihatanku?” tanyanya pada diri sendiri. Fulan yang tengah membersihkan toilet dan tempat wudhu itu diamati beberapa saat. Pria itu berbaju khas merbot masjid; kaosan, celana buntung, dengan peci haji yang didongakkan ke belakang kepala. Fulan tengah mengepel.

“Assalamualaikum…,” sapa dia dengan hati-hati, khawatir salah mengenali seseorang. Ternyata penglihatannya tidak salah. Yang di depan mata benar-benar Fulan, kawan dia. Fulan juga mengenali diri dia, dan menanyakan urusan datang ke kota ini. Masih di koridor tempat wudhu masjid tersebut,

kawan ini melanjutkan pertanyaan, “Kenapa Fulan hanya jadi merbot masjid? Dan, kenapa mau?”

Yang ditanya tersenyum. “Memangnya ada yang salah dengan kerjaan ini? Kan, bagus. Dengan saya menjadi merbot, masjid ini jadi bersih. Kalau bersih, kan yang shalat jadi senang. Betah. Akhirnya saya pun dapat pahalanya,” ujar Fulan.

“Tapi, penghasilannya kan tidak sepadan. Lagian Fulan kan dulu pintar. Cerdas. Sangat cerdas malah. Selalu ranking. Kok, kayaknya gimana, gitu….?”

Fulan kembali tersenyum, dengan tangan kiri tetap mengelap sisi pinggir tempat wudhu.

“Gimana kalau Fulan ikutan sama saya?”

“Maksudnya?”

“Ya, kerja sama saya. Fulan bisa saya gaji lebih besar dari penghasilan sebagai merbot ini. Ngomong-ngomong jadi merbot digaji nggak?”

“Nggak.”

“Wuah, apalagi nggak. Sudah kerja sama saya saja. Pendidikan terakhir?”

“Sarjana elektro,” katanya.

“Waduh, tambah nggak pantaslah. Masak sarjana elektro jadi merbot. Yang beginian mah, maaf, nggak perlu tamatan elektro. Cukup tamat SD saja. Maaf ya, Mas. Cuma rasanya, gimana gitu saya melihatnya….”

“Ya, sudah,” jawab Fulan, “Salat saja dulu. Nanti kita ngobrol lagi. Sambil ngopi, biar saya buatkan sekalian.”

Kawan ini pun mengambil air wudhu, sambil tetap mikirin Fulan. Kala dia mau mengambil posisi shalat, seorang anak muda yang tampaknya juga merbot masjid bertanya :

“Pak Haji, Bapak kenal Pak Haji Fulan, ya?”

“Iya. Dia kawan saya waktu di SMP, dulu….”

“Pak Haji, Pak Haji Fulan itu yang bangun ini masjid. Dia orang kaya di sini….” kata anak muda tersebut dengan datar.

“Orangnya baik, Pak. Rendah hati. Sederhana. Padahal amalnya buanyak….”

Tidak berhenti di sini, si anak muda itu pun bercerita bahwa Haji Fulan adalah pengusaha alat-alat listrik dan toko bangunan yang maju. Dia pengusaha daerah yang sangat cinta masjid. Dia mengaku dapat semua keberkahan ini karena sangat menjaga shalat berjamaah dan mencintai masjid. Makanya, kala sukses, dia membangun masjid kecil ini. Begitulah cita-cita dia.

Bahkan dia berangan-angan untuk berkhidmat pada hamba-hamba Allah yang shalat di masjidnya. Pelanggan-pelanggannya pun tahu kalau mau mencari Haji Fulan, temui saja di masjid dia. Masya Allah. Hati kawan ini tiba-tiba saja merasa malu.

Ia telah merendahkan “jabatan” merbot masjid. Apalagi, ternyata Fulan inilah yang berada di balik pembangunan masjid tersebut.

Dia berpikir, andai “merbot” tersebut adalah diri dia, dan orang menyangkanya sebagai pembersih masjid, pasti bakal diluruskan, “Maaf, saya lho yang membangun masjid ini. Saya mah kebetulan saja senang membersihkan masjid.”

Masya Allah, Fulan adalah sosok lain. Dia justru menyembunyikan amalnya. Ikhlas nian. Kawan ini beristigfar. Tanpa perlu gembar-gembor, Allah sudah membanggakan hamba-hamba-Nya yang ikhlas. Allah yang bangga terhadapnya, dan membuat anak muda tadi berbicara tentang siapa sebenarnya Fulan. Keikhlasannya membuat Fulan bercahaya. Bahkan makin bercahaya.

======================

“keikhlasan bagai AKAR yang gigih menembus tanah yang keras, mencari air dan menopang batang pohon diatasnya. Ketika pohon tumbuh, berdaun rimbun, berbunga indah, segar, semerbak ranum, menampilkan eloknya pada dunia dan mendapatkan pujian, AKAR tetap tidak iri, ia tetap bersembunyi dalam tanah. Itulah makna dari sebuah ketulusan dan KEIKHLASAN hamba yang memiliki perpaduan tekun, sabar , tulus, dan ikhlas bagaikan AKAR. Merekalah pejuangnya para pejuang, yang takkan surut langkahnya oleh beratnya masalah dan cobaan. Merekalah ksatria nya para ksatria yan takkan padam semangatnya hanya karena kurangnya perhatian dan penghargaan manusia. bagi mereka ALLAH adalah segala-galanya. Wakafa billahi Shahiida..”

======================

Wallahualam

sumber = http://www.facebook.com/notes/yulia-ningsih/sinc%C3%A9rit%C3%A9/170808069644630