Allah menyuruh kita…. Kaya !

seneng?? iya !

Bahagia ?? iya !

terharu n sedih ?? iya !

hmm…kayak gitu ga ya perasaan temen2 yang udah di wisuda, Lega, n kayaknya segudang impian2 akan di wujudkan.

iya dong, kalau saya lulus juga mungkin akan merasakan hal yang sama.. Lulusan Institut Terbaik Bangsa. WOW !! K E R E N !!!!! >_<

cita2 ku adalah ingin menjadi orang yang KAYA !! Harus jadi orang KAYA !! karena inget pesan ayah.

“kamu harus jadi lebih dari ayah ya, sayang..”

“sipp, InsyaAllah pah..! :)

karena : beramal itu butuh uang ! bersedekah itu butuh uang ! dan yang pasti, berdakwah itu butuh uang !

Sebuah pernyataan, (Ngutip dari blog orang, heheheeh.. :D ) :

“Sebenarnya kaya bukanlah suatu keburukan bagi orang-orang yang mengamalkan untuk kebaikan hidup di dunia dan akhirat. Begitu banyak dalil al-Quran yang mensyariatkan kaum Muslimin mencari kekayaan, Ibnu Taimiyah dalam Kitab Majmuu’ul Fataawa aja bilang kalau “ mencari kekayaan hukumnya wajib ,yaitu berlaku perkara-perkara yang harus dilakukan untuk menunaikan kewajiban-kewajiban””Dalam hadis lain disebutkan, “Dinar yang engkau infakkan di jalan Allah, dinar yang engkau infakkan untuk (mememerdekakan) hamba sahaya, dinar yang engkau infakkan kepada orang miskin, dan dinar yang engkau infakkan untuk keluarga, yang paling utama di antara semua itu adalah dinar yang engkau infakkan kepada keluargamu.” (H.R. Imam Muslim)

Dalil al-Quran :

1. Halalnya perdagangan dan jual beli
Allah swt berfirman :
“…padahal Allah telah menghalalkan jual beli.”
Allah Swt berfirman :
“ (tulislah muamalahmu itu ), kecuali jika muamalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu maka tak ada dosa bagi kamu,(jika) kamu tidak menulisnya.” (al-baqarah [2]: 282

Ayat-ayat ini mengungkapkan halalnya jual-beli,praktik bisnis merupakan satu jalan menjemput kekayaan sehinnga mencarari kekayaan disyariatkan.

2. Pentingnya niaga dan bisnis
Allah berfirman:
”Dialah yang menjadikan Bumi itu mudah bagi kamu maka berjalanlah disegala penjurunya dan makanlah sebagian rezeki-Nya.dan hanya kepada-Nya-lah kamu(kembali setelah) dibangkitkan.” (QS al-mulk [67]: 15)

Ayat diatas memperlihatkan perintah Allah Swt berkeliling di seluruh negeri dan menikmati Anugerah rezeki yang di sediakan oleh-Nya. Tanpa sebuah ikhtiar seperti berniaga, perintah ini mustahil untuk dijalankan”

dan yang ini :

Persoalannya adalah, tidak mungkin kita dapat berinfak dengan harata jika kita tidak memilikinya. Lebih-lebih jika kita mencermati ayat-ayat Al Quran yang memerintahkan kita terlibat dalam jihad. Selalu saja disandingkan antara kewajiban berjihad dengan jiwa dengan kewajiban berjihad dengan harta. Bahkan dari semua ayat yang memerintahkan kita berjihad dengan harta dan jiwa, berjihad dengan harta selalu didahulukan, kecuali pada satu ayat saja yakni ayat 111 Surah At-Taubah, yang maknanya,

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin jiwa dan harta mereka dengan (mendapatkan) surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh.”

Selebihnya, hartalah yang disebut terdahulu. Perhatikan ayat-ayat berikut,
“Wahai orang-orang yang beriman, inginkah kalian aku tunjukkan pada suatu perniagaan yang menyelamatkan kalian dari azab yang pedih? Kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kalian berjihad di jalan Allah denganh harta dan jiwa kalian.” (Q.S. Ash-Shaf 61: 10-11)

Ini diperkuat dengan adanya kewajiban zakat. Dalam urusan yang satu ini memang ada kesalahan persepsi pada sebagian kaum muslimin. Kewajiban zakat sering dipahami begini: “Kalau punya harta, zakatlah. Kalau tidak punya, tidak usah mengeluarkan zakat”. Secara fiqih, pemahaman itu sangat benar. Tapi semangatnya bukanlah semangat kepasrahan pada keadaan. Semangat perintah zakat harusnya dipahami: “Carilah uang, kumpulkanlah harta agar dapat melaksanakan perintah Allah yang bernama zakat”. Seharusnya kita membawa semangat shalat untuk diterapkan pada zakat. Kita selalu berpikir, kita harus bisa melaksanakan shalat dengan segala perjuangan yang menjadi konsekuensinya. Dari mulai mencari penutup aurat, mencari tempat shalat, menentukan arah kiblat, menyucikan diri, dan seterusnya.”

ya, memang lulusan ITB itu mudah cari kerjanya, (ini suatu anugerah yang patut dan WAJIB di syukuri),, di percaya oleh perusahan2 dan sudah sangat di kenal orang lain lulusannya pinter2, disegani orang.. (eits, ini bukan sombong loh, saya cuma mengungkapkan rasa syukur karena bisa kuliah di sini. Kampus cita2 saya ketika saya SD kelas 1 hingga SMA. Alhamdulillah Allah mengabulkannya).

karena kalau dipikir2, sayang juga udah kuliah di ITB dengan biaya kuliah yang mahal dan menguras otak tapi ntar2nya ga kerja, cuma jadi seorang isteri aja.. yaa minimal balik modal dulu lah, InsyaAllah.

Bismillah.. ya Allah, semoga semua cita2 ku dapat kau kabulkan. Amiin.. ^___^

Respond to this post