Berdiri lebih tinggi..

pagii

Ingin berada di atas atap lantai paling atas sebuah gedung tinggi 30 lantai..

“mau bunuh diri ya wid?”

“takut ada tsunami ya wid??”

“kalo ada gempa ga bakal ke timpa gedung kan, yang ada juga lo yang nimpa orang..hhahahha..”

“atau, kalo ada yang manggil lo dari bawah gax kan kedengeran, tidur pulas deh lo..”

Weiss… semua jawaban emang masuk akal ! tapi bukan itu,,

Berhubung hobi ku itu adalah merenung alias tafakur alias merenung (hehehe..), tempat paling tinggi adalah tempat terbaikk.. Ga akan ada suara mobil dan motor 2 tak yang memekikkan telinga, ga kan ada suara2 peluit dan sirine polisi yang sedang patroli, ga akan ada polusi timbal, CO2, CO dari kendaraan bermotor yang dapat meracuni tubuh, dan, ga akan ada penagih utang pulsa (wehhehehe..)

yang ada hanya suara angin yang bertiup, suara awan yang seakan berjalan, suara pesawat (hmm.. ya, sekali2 lah), dan suara kicauan burung (burung apa yang ada di ketinggoan lantai 30??)

intinya mah, suasana nya tenang banget, khusyuk menatap langit Nya, khusyuk mendengarkan sayup2 udara Nya, khusyuk menghirup O2 nya, Khusyuk..!  dari atap ini, Melihat ke atas hanya membuat kita mengakui kebesaranNya, Langit langit beserta seluruh binaanya, bumi dan seluruh hamparannya,  Melihat ke bawah hanya akan mengingatkan kita bahwa manusia itu kecil.. se titik ! bahkan lebih kecil dari itu..

ya Rabb, semoga hamba termasuk golongan orang yang bersyukur..

Asy Syams (Matahari) 1 – 15:
Image
1. Wasy syamsi wa dhuhaahaa.
1. Demi matahari dan cahayanya,
2. Wal qamari idzaa talaahaa.
2. dan bulan apabila mengiringinya,
3. Wan nahaari idzaa jallaahaa.
3. dan siang apabila menampakkannya.
4. Wal laili idzaa yaghsyaahaa.
4. Dan malam apabila menutupinya.
5. Was samaa-i wa maa banaahaa.
5. Dan langit serta yang membangunnya.
6. Wal ardhi wa maa thahaahaa.
6. Dan bumi serta yang membentangkannya.
7. Wa nafsiw wa maa sawwaahaa.
7. Dan diri serta yang menyempurnakannya.
8. Fa alhamahaa fujuurahaa wa taqwaahaa.
8. Maka Dia mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan)
kejahatannya dan ketaqwaannya.
9. Qad aflaha man zakkaahaa.
9. Sungguh beruntung orang-orang yang mensucikan
dirinya.
10.Wa qad khaaba man dassaahaa.
10.Dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.
11.Kadzdzabat tsamuudu bi thaghwaahaa.
11.Tsamud mendustakan (rasul) karena kedurhakaannya.
12.Idzim ba’atsa asyqaahaa.
12.Tatkala bangkit orang yang paling celaka di
antaranya.
13.Fa qaala lahum rasuulullaahi naaqatallaahi wa suqyaahaa.
13.Lalu utusan Allah (Saleh) berkata pada mereka,
(Jagalah) unta Allah dan minumannya.
14.Fa kadzdzabuuhu fa ‘aqaruuha fa damdama ‘alaihim rabbuhum bi dzambihim fa sawwaahaa.
14.Lalu mereka mendustakannya dan mereka menyembelih
unta itu. Maka Dia membinasakan mereka disebabkan
dosa mereka lalu Dia meratakannya.
15.Wa laa yakhaafu ‘uqbaahaa.
15.Dan Dia tidak takut terhadap akibatnya.

Mahasuci Allah dengan segala FirmanNya..

Respond to this post