====================================================
Ujian merupakan sunnah ilaahiyah yang berlaku sejak zaman dahulu. ALLAH SWT menjadikan ujian sebagai standar bagi semua manusia tanpa terkecuali, semenjak diciptakan adam hingga hari kiamat kelak. Allah berfirmah dalam kitabnya :
“Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan : “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya ALLAH mengetahui orang2 yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta” (QS. Al-Ankaabut 1-3)
KARAKTERISTIK UJIAN
Ujian memiliki ciri-ciri khusus :
- Pertama, ujian haruslah sulit. Sebab, kalau ujian tidak sulit, atau bahkan sangat mudah, maka semuanya akan lulus, baik mukmin maupun munafik. Akhirnya ujian tidak bisa membedakan antara mukmin dan munafik.
- Kedua, ujian tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil. Sebab, kalau ujian tersebut mustahil dilakukan, maka kedua-duanya akan gagal, baik mukmin maupun munafik.
- Ketiga, ujian ini harus seimbang. Artinya, sulit untuk munafik untuk lulus dalam ujian itu. Namun bukan berarti pula mustahil dilakukan. Sehingga, terbuka kesempatan bagi mukmin untuk lulus dalam ujian tersebut.
Ujian ALLAH untuk hamba-Nya tidak sedikit jumlahnya, dan berlaku terus-menerus sejak manusia mendapat beban syariat, sampai datangnya kematian.
Jihad di jalan ALLAH merupakan ujian. Bahkan jihad merupakan ujian yang sangat berat, namun bukan mustahil dilakukan. Sebab, orang-orang mukmin bisa lulus dalam ujian ini. Sedangkan orang-orang munafik, tidak akan lulus.
Infak di jalan ALLAH adalah ujian. Ujian ini sulit, tetapi bukan sesuatu yang mustahil. Orang mukmin mampu melaksanakannya. Sedangkan orang munafik, tidak akan mampu.
Begitu pula bersikap baik terhadap sesama manusia juga ujian, menahan amarah juga ujian, ridha dengan hukum ALLAH juga ujian, berbuat baik kepada orangtua juga ujian. Demikian seterusnya, hingga seluruh aspek kehidupan menurut sudut pandang ini-adalah ujian. ALLAH SWT berfirman :
“Dialah yang menjadikan mati dan hidup, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih/paling baik amalnya. Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (QS. Al-Mulk 2)
———————
Ujian memiliki variasi tingkat kesulitan. Seorang mukmin harus lulus dalam semua ujian itu untuk membuktikan kebenaran imannya, dan untuk menyelaraskan antara lisan dan hatinya
Referensi : diambil dari sebagian kata kata dari buku Misteri Shalat Subuh. DR.Raghib As-Sirjani
==============
Tetap berbaik sangka lah pada ALLAH, karena di balikapapun ketetapannya pasti baik, dan Dia tidak akan menyianyiakan hambaNya. tetap Sabar dalam menerima ujian dan cobaan, tetap Syukur dalam mendapat nikmat, dan tetap Istiqomah dalam menjalankan dakwah islam. Subhanallah,. sesungguhnya semua urusan orang mukmin itu BAIK! insyaALLAH.
==========================

Posted by may on January 29, 2011 at 12:53 am
subhanallah.. isinya penuh makna banget wied..
Posted by wied amanda on January 29, 2011 at 3:39 pm
Bukunya bagus may, baca deh =)
Posted by herman on March 19, 2011 at 8:31 am
kembangkan intu wied………….
Posted by wied amanda on March 27, 2011 at 5:56 am
insyaALLAH